Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, Juni 10, 2012

Hidup adalah Perjuangan

Alkisah, di suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani sibuk memikirkan langkah apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, si petani mengambil keputusan dramatis. Dengan alasan si keledai itu sudah tua dan sumur juga perlu di timbun ( di tutup karena berbahaya ), jadi tak ada gunanya menolong si keledai. Malah dia mengajak para tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, si keledai menyadari apa yang sedang terjadi dan dia menangis penuh kesedihan. Tapi kemudian semua orang takjub karena si keledai menjadi diam justru setelah orang-orang bermaksud menguburnya hidup-hidup…setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani dan tetangganya melihat ke dalam sumur. Mereka tercengang dengan apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus tertimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Dia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Sementara para tetangga si petani terus menuangkan tanah ke atas punggung hewan itu dan si keledai terus mengguncang-guncangkan badannya lalu melangkah naik. Setapak demi setapak. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncat ke tepi sumur dan melarikan diri… !!!

“Begitu juga hidup ini, setiap masalah-masalah merupakan satu pijakan untuk terus melangkah….kita dapat keluar dari masalah yang sangat berat dengan terus berjuang dan pantang menyerah”

“Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, tapi inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini…manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya ..


وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ. الأنكبوت 69
" Adapun orang-orang yang berjihad (mempersungguh) di dalam urusanKu maka akan Aku ( Allah ) tunjukkan jalanKu pada mereka, sesungguhnya Allah niscaya beserta orang-orang yang berbuat baik". QS al-Ankabut 69

Ayoo semangaattt ... !!

Minggu, Juni 10, 2012 by Mas Javas · 0

Kamis, Juni 07, 2012

UJian Hidup

Punya pendidikan tinggi merupakan impian tiap orang. Tapi, bagaimana jika kemiskinan terus menghadang. Jangankan untuk biaya kuliah, buat makan saja susah.
Berikut ini penelusuran dan wawancara Eramuslim dengan seorang pemulung yang kini bisa terus kuliah di jurusan akuntansi di Pamulang, Tangerang. Mahasiswi berjilbab itu bernama Ming Ming Sari Nuryanti.
Sudah berapa lama Ming Ming jadi pemulung?
Sejak tahun 2004. Waktu itu mau masuk SMU. Karena penghasilan ayah semakin tidak menentu, kami
sekeluarga menjadi pemulung.

Sekeluarga?

Iya. Setiap hari, saya, ayah, ibu, dan lima adik saya berjalan selama 3 sampai 4 jam mencari gelas mineral, botol mineral bekas, dan kardus. Kecuali adik yang baru kelas 2 SD yang tidak ikut.
***

Baca selengkapnya »

Kamis, Juni 07, 2012 by Mas Javas · 1

Kamis, Agustus 25, 2011

Masih Ada Kesempatan Tuk Meraih Lailatul Qodar ?


LDII Lailatul Qodar 
Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan berpuasa sampai hari ke-20 hari ini. Malam ini (malam 21) insyaAllah kita memulai perburuan pahala yang pol yang terjadi hanya satu malam dalam setahun (di Bulan Ramadhan) yaitu “lailatul Qadar/Malam Qodar”.

I Just want to share or flash back makna Lailatul Qodar serta mengajak saya & rekan-rekan untuk mencarinya di 10 malam terakhir ini.
Sebetulnya apa sih “Lailatul Qadar/Malam Qadar” itu? Tentu hadirin sudah mahfum, ada yang menyebutnya “Malam-Lailatul Qadar”, padahal Lail=malam ya…) tapi nggak apa-apa lah, tidak prinsip..kata temen saya sih “nggak dadhos pitakon kubur” (tidak jadi pertanyaan dalam kubur)he..Gitu aja kok repot! he..he
Hlalah kok malah ngelantur ke kubur segala….kita kembali ke lek..lok ya (leklok mah leuleus atuh), eh ke lap..top..
Lailatul Qodar Malam 1000 bulan
Allah SWT berfirman dalam QS.AlQodr 1-5 :


Surah Al-Qodr
QS.AlQodr ayat 1 : Inna anzalnaahu fii lailatul qodr.. sesungguhnya AKU (ALLOH SWT) menurunkan pada Alquran di malam Qodar…Yap ALLOH SWT Tuhan kita saat Lailatul Qadar saat itu menurunkan Kitab Suci Alquran sebanyak 30 juz langsung yang diterima Malaikat Jibril, dari Louhil Mahfudz (tempat Allah menyimpan firman-firman-Nya) ke Baitul izza (langit Dunia). NB: Adapun diturunkan pada Nabi Muhammad bertahap selama +- 23 tahun.
QS.AlQodr ayat 2-3 “Tahukah kamu apakah lailatul qodr itu?Lailatul qodri khoirun min alfi syahrin…Lailatul Qodr, lebih baik dari “alfi syahrin” alias 1000 bulan.

kita bisa menggali kembali asbabul nujul kisah turunnya Surah AlQodar, diceritakan oleh Rasulullah Muhammad SAW bahwa ada kaum Bani Israil yang semasa hidupnya +- 80 tahun belum pernah melakukan kemaksiatan. Saat itu sahabat Rasul tercengang (kok ada ya orang sehebat itu) sehingga para shohabat bertanya apakah bisa kita mengejar pahala orang tersebut yang begitu hebatnya. Rasul menjawab : “Lailatul Qodri khoirun min alfi Syahrin.. artinya amalan yang kita kerjakan di malam Qadar pahalanya lebih baik dari 1000 bulan (kalau dikonversi ke “tahun” selama kurang lebih 83 tahun)..apa nggak MANTABS tuh! semalam kita beramal pahalanya bisa melebihi yang dicerikakan Rasulullah tadi..emang jadi umat Nabi Muhammad kita harus bersyukur, amalannya dikit tapi tarikannya maaanngg, pahalanya guede bisa menyamai umat sebelumnya…
So, beramal satu malam di malam qodar, dimana saat malam qodar itu turun, amal ibadah kita dihitung oleh Alloh SWT lebih baik dari 1000 bulan/83 tahun tadi. Andai malam itu kita sedang sholat tasbih maka sholat tasbih kita seperti sholat tasbih 1000 bulan, dst.

Dikisahkan dalam Al-hadits bahwa sebenarnya Rasulullah sudah diberi “bocoran”nya kapan tepatnya “lailatul Qadar” terjadi, hanya saja Rasulullah SAW dilupakan oleh Alloh, sehingga saat shohabat tanya kapan sih turunnya lailatul qodar, Rasulullah hanya menjawab : ” Carilah Lailatul Qadar itu di 10 malam yang terakhir (di bulan Ramadhan) ” dalam Hadits lain,Rasul bersabda: “Carilah malam Qadar di Malam yang Ganjil : malam 21,23,25,27)…
Sehingga tak heran “Para Pencari Lailatul Qadar (PPL)” biasanya di 10 malam terakhir itu ada yang memilih mencarinya di malam-malam ganjil saja…sehingga di malam-malam genap biasanya masjid mendadak corengcang alias agak sepi…padahal kalau kita mau dapet pahala yang besar / pol tersebut ya usahakan (kalau sehat dan kuat) kita geber saja di 10 malam terakhir tanpa ampun…he..insyaAllah kalau kita gribig semua malam di 10 malam terakhir itu, maka pahala pol di malam qodar akan kita raih. Rasulullah SAW hanya diberi tahu ciri-cirinya saat lailatul qodar diantaranya hujan gerimis, siangnya panas, dan khalayak masjid terserang kantuk yang bener-bener ngantuk…

Oh, ya ada istilah i’tikaf di Masjid, apa sih maksudnya..? itikaf secara harfiah adalah “diam” (beribadah) di dalam Masjid. Seperti dicontohkan Rasulullah SAW karena beliau sudah berniat itikaf maka mempeng ibadah di dalam masjid sampai untuk urusan sisir rambut saja hanya mengeluarkan kepalanya untuk disisiri oleh Ibu Aisyah ummil mu’miniin..jadi Rasulullah tidak keluar masjid kecuali untuk keperluan buang air kecil/besar.

ya kalau di 10 malam terakhir kita beribadahnya di masjid, selain dapat pahala lailatul qodar juga dapat pahala itikaf..Memang walaupun di rumah kalau kita berniat mencari lailatul qodar ya bisa, cuma kalau di rumah kita tidak dapat pahala itikaf..gitu lho..Jadi bagi yang memang ada udzur/halangan, tenang aja masih bisa kok mendapat pahala lailatul qodar di rumah/di bumi Alloh yang lain, asal memang berniat mencarinya yang dibuktikan dengan amal ibadah..khan aneh ya mencari pahala lailatul qodar tapi di depan layar kaca…?atau sambil maen game….ah eta mah teu pegeh atuh namanya..he he becanda Gan..jangan dikasih “bata” atau lapor hansip ya… :-)

Target Lailatul Qodar
Dalam Bulan Ramadhan kita  sudah punya 5 target yang disebut 5-SUKSES (Sukses Puasa, Sukses Sholat Tarawih, Sukses Membaca AlQuran, Sukses Lailatul Qodar & Sukses Membayar Zakat Fithrah)..Tentunya Target Sukses lailatul Qodar itu perlu kita persiapkan strategi, dengan perencanaan (lha wong kata orang bisnis aja kalau tidak punya perencanaan berarti merencanakan “kegagalan”). Paling tidak dengan “target” kita punya amunisi yang bernama “motivasi”.

Nah, biar sukses, dalam setiap malam malam 21 s.d terakhir, dari mulai maghrib s.d terbit fajar,” Hiya hatta mathlail fajr” untuk pencarian pahala pol lailatul qodar ini kita tentu harus punya target, mau ngapain nih kita, apa yang harus kita amalkan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya..kalau sekenanya ya hasilnya juga ingsyaAllah tidak maksimal..Dengan amalan tertarget, ingsyaAllah kita termotivasi/terpacu untuk mengamalkannya sehingga pencarian lailatul qodar bisa kita isi dengan berbagai amalan, misal istighfar 1000x, sholat tasbih, membaca sholawat 1000x, membaca alquran, dsb…lihat contoh di bawah : nanti tinggal kita tinggal check list/contreng saja yang kita amalkan, sehingga kalau tahun depan kita diberi umur kita bisa evaluasi untuk lebih baik lagi.
Lihat/Download dalam bentuk pdf : Target Lailatulqodar
Download “Target Sukses Lailatul Qodar+ PR 1 sd 13+Petunjuk Urutan Berdoa 1/3 malam+Asmaul Husna” klik tautan berikut ini : http://bit.ly/qMaBiQ
semoga bermanfaat….
Yakin bahwa sampai saat ini belum terjadi orang yang melek mencari pahala lailatul qodar, besoknya masuk rumah sakit…

Nah, lailatul qodar itu hanya terjadi satu malam, dan itu juga hanya terjadi di bulan Ramadhan yang terjadi sekali dalam setahun, yang tahun depan belum tentu kita masih hidup/masih belum ditarik dari peredaran…khan sayang ya kalau kita sia-siakan..?
Akhirnya, semoga ALLOH SWT memberi kita kekuatan, kesehatan, keshobaran, keamanan,keselamatan & kebarokahan, rezeqi yang manfaat & barokah hingga dapat meraih pahala lailatul qodar..aamiin
Ayo mang, tarik jabrix…lets go to get “lailatul Qadar” reward from Alloh SWT…!
Wallahu a’lam..

Kamis, Agustus 25, 2011 by Mas Javas · 0

Senin, Juni 27, 2011

Sadarlah Kekuatan Itu Dari Allah


Kesadaran akan keterlibatan Allah bukan suatu alasan yang menyebabkan kita malah malas, justru sadar akan kekuatan dari Allah. Tidak berusaha karena hanya berharap pada takdir Allah. Justru seharusnya hal ini menjadi suatu dorongan kuat bagi kita. Inilah yang akan menjadi motivasi kita.
Ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil dari kesadaran kita akan keterlibatan Allah, yaitu:

Bagaimana Kekuatan Didapat

Siapa yang bisa melawan takdir Allah? Jika kita ditakdirkan berhasil siapa yang bisa mencegahnya? Berlaku juga untuk sebaliknya jika Allah tidak mengijinkan, maka siapa pun tidak ada yang bisa memaksakannya. Sehingga tidak ada pilihan bagi kita kecuali untuk berusaha.
Kesadaran bahwa kekuatan itu dari Allah akan memberikan kekuatan juga pada diri kita. Karena kita yakin bahwa apa pun yang kita lakukan, tidak akan ada yang bisa menghalangi kita jika Allah berkenan. Sehebat apa pun manusia, tidak akan ada yang sanggup menghentikan yang mendapatkan pertolongan Allah.

Sabar Juga Sumber Kekuatan

Orang yang meyakini akan takdir Allah, dia akan selalu sabar setiap musibah menimpanya, karena semuanya dari Allah. Dia akan menyambut musibah itu dengan tegar, setegar gunung atau setegar karang diterjang ombak laut. Tanpa goyah sedikit pun.
Sungguh indah apa yang dikatakan Ali bin Abi Thalib r.a.: “Hai bapak Fulan, sesungguhnya jika engkau bersabar, engkau telah melewati takdirmu, dan engkau mendapatkan pahala. Tetapi sekiranya engkau bersedih hati, sesungguhnya takdir tetap saja berlaku, dan engkau mendapatkan dosa.”
Sabar tetap akan melewati takdir, tidak sabar juga sama, maka mending kita pilih sabar. Mungkin kita tetap pada sebuah takdir yang tidak kita inginkan (menurut pendapat kita) namun kita akan mendapatkan pahala. Sebaliknya, jika kita tidak sabar, tidak akan menolong kita, dan kita mendapatkan dosa. Jadi bagi orang yang sadar akan keterlibatan Allah, dia akan sabar dan Allah akan memberikan kekuatan kepada orang yang sabar.

Ridha dan Qana’ah

Kita akan ridha terhadap apa yang diberikan Allah dan qanaah akan rezeki yang Dia berikan kepada kita. Sehingga kalau kita sudah berusaha tetapi takdir bicara lain, kita akan ridha dengan kegagalan yang dia alami, karena semua dari Allah. Tidak ada alasan untuk tidak ridha.
Pengaruh dari sikap ini dia akan bersungguh-sungguh mencari rezeki dan dengan cara yang benar. Dia tidak akan mengatakan: “Sudah capek-capek, tetap saja tidak hasil.” Dia akan berusaha sebaik mungkin dan ridha apa pun hasilnya. Bukan sikap seperti ini mencerminkan pribadi yang memiliki kekuatan mental yang luar biasa?

Menerima Apa Adanya

Orang yang yakin dengan takdir, dia akan menerima apa yang diberikan Allah kepadanya. Sikap ini akan melahirkan kekuatan jiwa, tidak akan kecewa, sedih, putus asa, dan sikap-sikap cengeng lainnya. Dia yakin apa yang terjadi pada dirinya adalah yang terbaik bagi dia.

Memiliki Harga Diri

Orang yang yakin akan takdir Allah akan memiliki harga diri karena yakin apa yang dia miliki bukan berasal dari manusia tetapi dari Allah semata. Jika pun ada peran manusia, itu hanya sebagai perantara saja. Harga diri ini akan menjadi sumber kekuatan luar biasa, sehingga dia bisa mencurahkan segenap potensinya.
Bagi orang yang memiliki izzah (harga diri) tentuk akan bekerja keras untuk menjaga izzahnya. Dia tidak akan melemah diri atau juga merendahkan diri di hadapaman manusia, namun tidak juga sombong. dia aka berusaha untuk tetap mandiri, tidak meminta-minta, dan bekerja keras.

Berjiwa Tenang dan Damai

Orang yang yakin akan takdir, akan yakin pula bahwa segala musibah tidak akan membuatnya takut dan ciut. Dia tenang terhadap apapun yang akan dan telah terjadi karena semua kehendak Allah. Dia tidak akan ragu melakukan apapun karena hasil adalah keputusan Allah setelah dia berusaha. Dia tidak akan menyesali masa lalu, dia yakin dengan masa kini, dan berani menghadapi hari esok.

Berorientasi ke Depan dan Doing The Best

Orang yang yakin akan kekuatan Allah, sabar, ridha, qana’ah, menerima apa adanya, memiliki harga diri, tenang, dan damai terhindar dari penyesalan masa lalu, berani menghadapi realitas, bebas dari rasa pesimis, dia tidak mendapatkan jalan lain kecuali berorientasi ke depan menuju yang lebih baik, bertumbuh, dan melakukan pekerjaan sebaik mungkin.
Nabi berkata: Wahai Aba Musa, maukah aku tunjukkan ucapan dari perbendaharaan surga? Aku menjawab, “Ya.” Nabi berkata, “La haula wala Quwwata illa billah.” (Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).” (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad)
Tiada kekuatan kecuali dari Allah.

Senin, Juni 27, 2011 by Mas Javas · 1

Minggu, Juni 26, 2011

Mega Peluang 2011


Salam kenal!

Dear Rekan Bisnis

Terima kasih telah menjadi bagian dari team bisnis kami di HigoatNetwork.com. Sdr M  Abdul Aziz sangat beruntung bisa bekerja sama dengan kami, karena kami yang pertama di Indonesia

Peluang menjadi distributor Higoat Susu Kambing Powder pertama di Indonesia adalah merupakan salah satu Mega Peluang tahun 2011. Tentunya anda bisa menjadi yang pertama di daerah Sdr M  Abdul Aziz

Yakinlah bahwa Higoat adalah produk unik dan berkualitas, terbukti di Malaysia sudah booming lebih dari 1 tahun. Kelebihan yang lain karena di produksi oleh pabrik sendiri yang bertaraf GMP, sehingga dari sisi harga juga sangat bersaing.

Saat ini masih belum bisa mendaftar secara resmi di kantor pusat, namun team kami sudah selangkah lebih maju dengan mengelola sebuah web support yang bisa anda gunakan untuk menyusun team Sdr M  Abdul Aziz lebih awal dibandingkan pesaing-pesaing Sdr M  Abdul Aziz

Tunggu apalagi, TIME is NOW, segera bangun team bisnis Sdr M  Abdul Aziz bersama kami.

Silahkan kunjungi http://higoatnetwork.com/?id=javas

Best Regard


M  Abdul Aziz
085749035366
mighti_jokam





Mega Peluang 2011 :)

Akan segera buka kantor di Indonesia, PT Royal Healthy Marketing, dengan produk Higoat susu kambing powder pertama di Indonesia. Dicari ribuan distributor di Seluruh kota di Indonesia. Kami adalah team bisnis pertama di Indonesia, segera gabung bersama kami di Higoat Indonesia

Silahkan kunjungi http://higoatnetwork.com/?id=javas
Contact M  Abdul Aziz
HP 085749035366

Minggu, Juni 26, 2011 by Mas Javas · 0

Kamis, Juni 16, 2011

Mencintai Dalam Hening (Untukmu Gadis,....)




Duhai gadis,...
maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah?

Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu....

Maka dengarlah.....



Gadis, saat ku jatuh cinta.....
Tak akan ku berucap
Tak akan ku berkata.
Namun ku hanya akan diam.............

Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan
Tak akan ku menggoreskan
Yang ku lakukan hanyalah diam.........

Aku tahu,...
cinta adalah fitrah... sebuah anugrah tak terperih....

Karena cinta adalah kehidupan
Karena rasa itu adalah cahaya

Aku tahu,...
hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita


Namun...
Saat rasa itu menyapa, maka hadapi dgn anggun
Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dengan begitu banyak warna
Cinta terkadang mbuatmu bahagia, namun tak jarang mbuatmu menderita
Cinta ada kalanya manis bagaikan gula,
Namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir
Cinta adalah perangkap rasa
Sekali kau salah berlaku,
maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama dalam lingkaran derita


Maka gadis,
Agar kau dapat keluar dari belenggu itu
Dan mampu melaluinya dgn anggun
Maka mencintailah dalam hening


Dalam diam....

Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari
Namun juga, jangan kau sikapi dgn berlebihan
Jangan kau umbar rasamu
Jangan kau tumpahkan segala sukamu

Cobalah merenung sejenak dan fikirkan dgn tenang

Kita percaya takdir bukan?

Kita tahu dengan sangat jelas.....
Dia, Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya?

Jadi, apa yang kau risaukan?
Biarkan Allah yg mengaturnya,
Dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja


Cobalah renungkan...
Dia yang kau cinta,
belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu
Dia yang kau puja,
yang kau ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam,
Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?

Gadis,...
kita tak tahu dan tak akan pernah tahu
Hingga saatnya tiba..

Maka, ku ingatkan padamu,
tidakkah kau malu jika semua rasa telah kau umbar
Namun ternyata kelak bukan kau yg dia pilih untuk mendampingi hidupnya?

Gadis, Karena cinta kita begitu agung untuk di umbar
Begitu mulia untuk di tampakkan
Begitu sakral untuk di tumpahkan

Dan sadarilah gadis, fitrah wanita adalah pemalu,
Dan kau indah karena sifat malumu


Lalu, masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikan?
Masihkah kau tampak bestari jika malu itu telah kau singkap

Duhai gadis, jadikan malu sebagai selendangmu
Maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan
Dalam jeruji kesetiaan

Yah....
Kesetiaan padanya yg telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Lauhul Mahfuzh
Jauh sebelum bumi dan langit dicipta

Maka cintailah dlm hening
Agar jika memang bukan dia yg ditakdirkan untukmu,
Maka cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu
Agar kesucianmu tetap terjaga
Agar keanggunanmu tetap terbias

Maka, ku beritahukan padamu....
Pegang kendali hatimu.!
Jangan kau lepaskan!!!
Acuhkan semua godaan yg menghampirimu
Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan
Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan


Gadis...
yg kau butuhkan hanya waktu, sabar dan percaya
Maka, peganglah kendali hatimu,
Lalu.....
Arahkan pada Nya
Dan cintailah dalam diam
Dalam hening.....
Itu jauh lebih indah......

Jauh lebih suci............




So Gadis...
Keep in JOSH (JOmblo Sampai Halal) !!!
Sampai waktu mempertemukanmu dengan pasangan Halal mu
dan ijab Qabul yang meng Halal kanmu


Doaku untukmu....

Jaga dirimu baik baik.....

Kamis, Juni 16, 2011 by Mas Javas · 0

Persepsi dan Harapan


 "Ya Rabb,..
Jika sahabatku ini adalah jodoh hamba segerakan pernikahan hamba dengannya dan permudah urusan pernikahan itu, tetapi jika bukan jodoh hamba ya Allah, bawalah hamba pergi jauh darinya dan mohon kuatkan hamba untuk melepas serta menempatkan rasa ini pada semestinya, karena hamba sadar jika rasa sayang ini adalah Anugerah MU, maka hamba mohon dengan sangat padaMU untuk menjagaku sampai aku bertemu dan meng Halal kan hubungan ku pada sosok Halal ku. "

"Ya Rabb,...
Aku tidak akan menyalahkan siapa-siapa, yang salah hanyalah persepsi dan harapan yang terlalu berlebihandari kedekatan itu, dan proses interaksi yang terlalu dekat sehingga timbul gejolak dihati....."

"Biarlah hal itu menjadi proses pembelajaran dan pendewasaan bagiku untuk lebih hati-hati dalam menata hati"

by Mas Javas · 0

Bosan Hidup, Saya ingin Mati .. !!



Bosan Hidup, Saya ingin Mati .. !!!!

Seorang pria mendatangi Sang Master,
“Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.”

Sang Master tersenyum, “Oh, kamu sakit.”

“Tidak Master, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Master meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit.

Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.

Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian sang Master.

“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran sang guru.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”

“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”

“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Master yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati. Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Master edan itu.

Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Begitu rileks, begitu santai!

Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati.
Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget!

Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya,
“Sayang, aku mencintaimu.“ Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Sang istripun merasa aneh sekali Selama ini, mungkin aku salah.
“Maafkan aku, sayang.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang.
Stafnya pun bingung, “Hari ini, Boss kita kok aneh ya?”
Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!


Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda.

Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan.

Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya,
“Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan,
“Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, Ayah selalu stres karena perilaku kami.”

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.

Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?


Ia mendatangi sang Guru lagi.
Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi,
“Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.”

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian.
Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!!!

Hidup… bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul, tapi merupakan suatu anugrah untuk dinikmati ...

Reposting Berbagai Sumber

by Mas Javas · 0

Benarkah Mata Itu Jujur? Cek Dulu

1. Gambar kapal laut atau pilar?....




2. Penonton atau gedung?...




3. Ada berapa kuda yang bisa kau temukan?.....Kalau matamu tajam harus nya 7 kuda


4. Berapa gambar orang yang ada pada gambar ini?




5. Mungkinkah ada cincin yang begini?




6. Karpet hidup?...




7. Air terjun atau manusia terjun?....terserah anda menilai he3x




8. Coba temukan 5 rusa yang sedang ngumpet di hutan...



9. Berapa pilar yang ada, tiga atau dua????????? Perhatikan pilar tengah. Dimanakah ujungnya?







10. Bisakah anda menemukan empat orang dalam gambar?





11. Siapakah yang tertinggi? Percaya atau tidak, ketiganya sama tinggi!




12. Apa yang anda lihat? Bisakah anda melihat kata “LIFT”? Atau hanya sebuah gambar kotak-kotak hitam tanpa makna?

13. Sebuah wajah? … atau sebuah kata ‘liar’?


14. Temukanlah wajah-wajah dalam gambar ini:
Ada sebelas wajah dalam gambar. Bisakah anda menemukan semuanya?
Orang normal akan menemukan empat atau lima.
Jika anda menemukan 8, anda memiliki tingkat ketelitian lebih dari orang normal.
Jika anda menemukan 9, anda memiliki tingkat ketelitian diatas rata-rata.
Jika anda menemukan 10, anda sangat teliti.
Jika anda menemukan 11, anda luar biasa teliti!




15. Fokuskan pandangan mata anda pada titik di tengah lingkaran, lalu gerakkan kepala anda maju mundur. Aneh, bukan?


16. Coba perhatikan gambar di bawah ini. Apakah panjang ketiga garis itu berbeda? Semua itu ternyata hanya ilusi mata.


17. Gambarnya berdenyut-denyut.....awas sakit kepala he3x




18. Berapa titik hitamnya?




19. Ada tangga melayang? 


20. Spiral? Anda pasti mengira gambar ini adalah gambar spiral, ups.. tunggu dulu coba jari anda menelusuri salah satu garis melingkar, nah apakah anda masih bersikeras mengatakan gambar ini adalah gambar spiral?




21. Apa yang anda lihat ? Apakah gambar kelihatan berputar?? Mata anda benar-benar tidak jujur, karena gambar ini sebenarnya diam. Kalau tidak percaya perhatikan dengan fokus salah satu lingkaran saja, apakah berputar?


22. Garis-garis horizontalnya mencong-mencong……………. Coba teliti lagi..! Kalau masih bersikeras, cek ke dokter mata ya....




23. Bergerakkah gambar ini?






24. Coba lihat dari dekat gambar ini, dan ingat gambar tersebut, lalu coba berdiri dari komputer dan mundur 3-4 langkah, lihat kembali gambar tersebut..  aneh ya?!






by Mas Javas · 0

Kamis, Februari 04, 2010

APAKAH ANDA MERASA DIRI PALING MERANA ?

Ra'fat berobat untuk mencari kesembuhan. Banyak dokter dan rumah sakit ia kunjungi di Saudi Arabia sebagai ikhtiar. Namun meski sudah menyita banyak waktu, tenaga, pikiran dan biaya, sayangnya penyakit itu tidak kunjung sembuh juga. Ra'fat mulai mengeluh. Badannya bertambah kurus. Tak ubahnya seperti seorang pesakitan.

Demi mencari upaya sembuh, maka Ra'fat mengikuti saran dokter untuk berobat ke sebuah rumah sakit terkenal spesialis liver di Guangzhou, China. Ia berangkat ke sana ditemani oleh keluarga. Penyakit liver semakin bertambah parah. Maka saat Ra'fat diperiksa, dokter mengatakan bahwa harus diambil tindakan operasi segera. Ketika Ra'fat menanyakan berapa besar kemungkinan berhasilnya. Dokter menyatakan kemungkinannya adalah fifty-fifty.

"50% kalau operasi berhasil maka Anda akan sembuh, 50% bila tidak berhasil mungkin nyawa Anda adalah taruhannya!" jelas sang dokter.

Mendapati bahwa boleh jadi ia bakal mati, maka Ra'fat berkata, "Dokter, kalau operasi ini gagal dan saya bisa mati, maka izinkan saya untuk kembali ke negara saya untuk berpamitan dengan keluarga, sahabat, kerabat dan orang yang saya kenal. Saya khawatir bila mati menghadap Allah Swt namun saya masih punya banyak kesalahan terhadap orang yang saya kenal." Ra'fat berkata sedemikian sebab ia takut sekali atas dosa dan kesalahan yang ia perbuat.

Dengan enteng dokter membalas, "Terlalu riskan bagi saya untuk membiarkan Anda tidak segera mendapatkan penanganan. Penyakit liver ini sudah begitu akut. Saya tidak berani menjamin keselamatan diri Anda untuk kembali ke tanah air kecuali dalam 2 hari. Bila Anda lebih dari itu datang kembali ke sini, mungkin Anda akan mendapati dokter lain yang akan menangani operasi liver Anda."

Bagi Ra'fat 2 hari itu cukup berarti. Ia pun berjanji akan kembali dalam tempo itu. Serta-merta ia mencari pesawat jet yang bisa disewa dan ia pun pergi berangkat menuju tanah airnya.

Kesempatan itu betul-betul digunakan oleh Ra'fat untuk mendatangi semua orang yang pernah ia kenal. Satu per satu dari keluarga dan kerabat ia sambangi untuk meminta maaf dan berpamitan. Kepada mereka Ra'fat berkata, "Maafkan aku, Ra'fat yang kalian kenal ini sungguh banyak kesalahan dan dosa... Boleh jadi setelah dua hari dari sekarang saya sudah tidak lagi panjang umur..."

Itulah yang disampaikan Ra'fat kepada orang-orang. Dan setiap dari mereka menangis sedih atas kabar berita yang mereka dengar dari orang yang mereka cintai dan kagumi ini.

Ra'fat menyambangi satu per satu dari mereka. Meski dengan tubuh yang kurus tak berdaya, ia berniat mendatangi mereka untuk meminta doa dan berpamitan. Dan kondisi itu membuat Ra'fat menjadi sedih. Ia merasa menjadi manusia yang paling merana. Ia merasa tak berdaya dan tak berguna. Sering dalam kesedihannya ia membatin, "Ya Allah.... rupanya keluarga yang mencintai aku.... harta banyak yang aku miliki... perusahaan besar yang aku punya.... semuanya itu tidak ada yang mampu membantuku untuk kembali sembuh dari penyakit ini! Semuanya tak ada guna... semuanya sia-sia!"

Rasa emosi batin itu membuat tubuh Ra'fat bertambah lemah. Ia hanya mampu perbanyak istighfar memohon ampunan Tuhannya. Memutar tasbih sambil berdzikir kini menjadi kegiatan utamanya. Ia masih merasa bahwa dirinya adalah manusia yang paling merana di dunia.

Hingga saat ia sedang berada di mobilnya. duduk di kursi belakang dengan tangan memutar tasbih seraya berdzikir. Hanya Ra'fat dan supirnya yang berada di mobil itu. Mereka melaju berkendara menuju sebuah rumah kerabat dengan tujuan berpamitan dan minta restu. Saat itulah menjadi moment spesial yang tak akan terlupakan untuk Ra'fat.

Beberapa ratus meter di depan, mata Ra'fat melihat ada seorang wanita berpakaian abaya (pakaian panjang wanita Arab yang serba berwarna hitam) tengah berdiri di depan sebuah toko daging. di sisi wanita tadi ada sebuah karung plastik putih yang biasa menjadi tempat limbah toko tersebut. Wanita tadi mengangkat dengan tangan kirinya sebilah tulang sapi dari karung. Sementara tangan kanannya mengumpil dan mencuil daging-daging sapi yang masih tersisa di pinggiran tulang.

Ra'fat memandang tajam ke arah wanita tersebut dengan pandangan seksama. Rasa ingin tahu membuncah di hati Ra'fat tentang apa yang sedang dilakukan wanita itu. Begitu mobilnya melintasi sang wanita, sekilas Ra'fat memperhatikan. Maka ia pun menepuk pundak sang sopir dan memintanya untuk menepi.

Saat mobil sudah berhenti, Ra'fat mengamati apa yang dilakukan oleh sang wanita. Entah apa yang membuat Ra'fat menjadi penasaran. Keingintahuannya membuncah. Ia turun dari mobil. lemah ia membuka pintu, dan ia berjalan tertatih-tatih menuju tempat wanita itu berada.

Dalam jarak beberapa hasta Ra'fat mengucapkan salam kepada wanita tersebut namun salamnya tiada terjawab. Ra'fat pun bertanya kepada wanita tersebut dengan suara lemah, "Ibu..., apa yang sedang kau lakukan?"

Rupanya wanita ini sudah terlalu sering diacuhkan orang, hingga ia pun tidak peduli lagi dengan manusia. Meski ada yang bertanya kepadanya, wanita tadi hanya menjawab tanpa menoleh sedikitpun ke arah si penanya. Sambil mengumpil daging wanita itu berkata, "Aku memuji Allah Swt yang telah menuntun langkahku ke tempat ini. Sudah berhari-hari aku dan 3 orang putriku tidak makan. Namun hari ini, Dia Swt membawaku ke tempat ini sehingga aku dapati daging limbah yang masih bertengger di sisi tulang sisa. Aku berencana akan membuat kejutan untuk ketiga putriku malam ini. Insya Allah, aku akan memasakkan sup daging yang lezat buat mereka...."

Subhanallah. ...! bergetar hebat relung batin Ra'fat saat mendengar penuturan kisah kemiskinan yang ada di hadapannya. Tidak pernah ia menyangka ada manusia yang melarat seperti ini. Maka serta-merta Ra'fat melangkah ke arah toko daging. Ia panggil salah seorang petugasnya. Lalu ia berkata kepada petugas toko, "Pak..., tolong siapkan untuk ibu itu dan keluarganya 1 kg daging dalam seminggu dan aku akan membayarnya selama setahun!"

Kalimat yang meluncur dari mulut Ra'fat membuat wanita tadi menghentikan kegiatannya. Seolah tak percaya, ia angkat wajah dan menoleh ke arah Ra'fat. Kini mata wanita itu menatap dalam mata Ra'fat seolah ia berterima kasih lewat sorot pandang.

Merasa malu ditatap seperti itu, Ra'fat menoleh ke arah petugas toko. Ia pun berkata, "Pak..., tolong jangan buat 1 kg dalam seminggu, aku rasa itu tidak cukup. Siapkan 2 kg dalam seminggu dan aku akan membayarnya untuk setahun penuh!" Serta-merta Ra'fat mengeluarkan beberapa lembar uang 500-an riyal Saudi lalu ia serahkan kepada petugas tadi.

Usai Ra'fat membayar dan hendak meninggalkan toko daging, maka terhentilah langkahnya saat ia menatap wanita tadi tengah menengadah ke langit sambil mengangkat kedua belah tangannya seraya berdoa dengan penuh kesungguhan:

"Allahumma ya Allah... berikanlah kepada tuan ini keberkahan rezeki. Limpahkan karunia-Mu yang banyak kepadanya. Jadikan ia manusia mulia di dunia dan akhirat. Beri ia kenikmatan seperti yang Engkau berikan kepada para hamba-Mu yang shalihin. Kabulkan setiap hajatnya dan berilah ia kesehatan lahir dan batin.....dst"

Panjang sekali doa yang dibaca oleh wanita tersebut. Kalimat-kalimat doa itu terjalin indah naik ke langit menuju Allah Swt. Bergetar arsy Allah Swt atas doa yang dibacakan sehingga getaran itu terasa di hati Ra'fat. Ia mulai merasakan ketentraman dan kehangatan. Kedamaian yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Hampir saja Ra'fat menitikkan air mata saat mendengar jalinan indah kalimat doa wanita tersebut. Andai saja ia tidak merasa malu, pastilah buliran air mata hangat sudah membasahi pipinya. Namun bagi Ra'fat pantang menangis..., apalagi dihadapan seorang wanita yang belum ia kenal.

Ra'fat lalu memutuskan untuk meninggalkan wanita tersebut. Ia berjalan tegap dan cepat menuju mobilnya. Dan ia belum juga merasakan keajaiban itu! Ya, keajaiban yang ditambah saat Ra'fat membuka dan menutup pintu mobil dengan gagah seperti manusia sehat sediakala!!!

Sungguh doa wanita itu memberi kedamaian pada hati Ra'fat. Sepanjang jalan di atas kendaraan Ra'fat terus tersenyum membayangkan doa yang dibacakan oleh sang wanita tadi. Perjalanan menuju rumah seorang kerabat itu menjadi indah.

Sesampainya di tujuan lalu Ra'fat mengutarakan maksudnya. Ia berpamitan dan meminta restu. Ia katakan boleh jadi ia tidak lagi berumur panjang sebab sakit liver akut yang diderita.

Anehnya saat mendengar berita itu dari Ra'fat, sang kerabat berkata, "Ra'fat..., janganlah engkau bergurau. Kamu terlihat begitu sehat. Wajahmu ceria. Sedikit pun tidak ada tanda-tanda bahwa engkau sedang sakit."

Awalnya Ra'fat menganggap bahwa kalimat yang diucapkan kerabat tadi hanya untuk menghibur dirinya yang sedang sedih. Namun setelah ia mendatangi saudara dan kerabat yang lain, anehnya semuanya berpendapat serupa.

Dua hari yang dimaksud pun tiba. Ia didampingi oleh istri dan beberapa anaknya kembali datang ke China. Hari yang dimaksud untuk menjalani operasi sudah disiapkan. Sebelum masuk ruang tindakan, beberapa pemeriksaan pun dilakukan. Setelah hasil pemeriksaan itu dipelajari maka ketua tim dokter pun bertanya keheranan kepada Ra'fat dan keluarga: "Aneh....! dua hari yang lalu kami dapati liver tuan Ra'fat rusak parah dan harus dilakukan tindakan operasi. Tapi setelah kami teliti, mengapa liver ini menjadi sempurna lagi?!"

Kalimat dokter itu membuat Ra'fat dan keluarga menjadi bahagia. Berulangkali terdengar kalimat takbir dan tahmid di ruangan meluncur dari mulut mereka. Mereka memuji Allah Swt yang telah menyembuhkan Ra'fat dari penyakit dengan begitu cepat. Siapa yang percaya bahwa Allah yang memberi penyakit, maka ia pun akan yakin bahwa hanya Dia Swt yang mampu menyembuhkan. Jangan bersedih dan merasa hidup merana. Sadari bahwa dalam kegetiran ada hikmah bak mutiara!

  Andy Andrian

Kamis, Februari 04, 2010 by Mas Javas · 0

Rabu, Februari 03, 2010

Kisah Penjual Tempe

Di Karangayu, sebuahdesa di Kendal, Jawa Tengah, hiduplah seorang ibu penjual tempe. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. "Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. .." demikian dia selalu memaknai hidupnya.

Suatu pagi, setelah salatsubuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe, dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atasmeja panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh.Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang kedelai, sebagian berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian. Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan modal membeli kacang kedelai, yang akan dia olah kembali menjadi tempe.

Di tengah putus asa,terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. "Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku..." Dalam hati, dia yakin, Allah akan
mengabulkan doanya.

Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung. Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. Dan... dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacang kedelainya belum semua menyatu olehkapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. Diayakin, Allah pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi.

Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah seperti dia. Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang,dia berdoa lagi. "Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe. Karena itu ya Allah, jadikanlah.Bantulah aku, kabulkan doaku..."

Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe. Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. Kacang kedelai itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang kedelai tersebut. "Keajaiban Tuhan akan datang... pasti," yakinnya.

Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, "tangan" Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe-tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa... berkali-kali dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya.

Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu. "Pasti sekarang telah jadi tempe!" batinnya. Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan... dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi.

Kecewa, airmata menitiki keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi? Kenapa Tuhan begitu tidak adil? Apakah Dia ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk.

Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar... merasa sendirian. Tuhan telah meninggalkan aku, batinnya.

Air matanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan... esok dia pun tak akan dapat makan. Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan "teman-temannya" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat...

Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya. "Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya?"

Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan. "Ya Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe..." Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe..."

"Bagaimana Bu? Apa ibu menjual tempe setengah jadi?" tanya perempuan itu lagi.
Kepanikan melandanya lagi. "Duh Gusti... bagaimana ini? Tolonglah ya Allah, jangan jadikan tempe ya?" ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat, pembaca?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi! "Alhamdulillah!" pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli. Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. "Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?"

"Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya, si Shalauddin, yang kuliah S2 di Australia ingin sekali makan tempe, asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu?"

Dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa, dan "memaksakan" Allah memberikan apa yang menurut kita paling cocok untuk kita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa. Padahal, Allah paling tahu apa yang paling cocok untuk kita. Bahwa semua rencananya adalah SEMPURNA.

Rabu, Februari 03, 2010 by Mas Javas · 0

HIDUP ADALAH PERJUANGAN

Alkisah, di suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani sibuk memikirkan langkah apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, si petani mengambil keputusan dramatis. Dengan alasan si keledai itu sudah tua dan sumur juga perlu di timbun ( di tutup karena berbahaya ), jadi tak ada gunanya menolong si keledai. Malah dia mengajak para tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, si keledai menyadari apa yang sedang terjadi dan dia menangis penuh kesedihan. Tapi kemudian semua orang takjub karena si keledai menjadi diam justru setelah orang-orang bermaksud menguburnya hidup-hidup…setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani dan tetangganya melihat ke dalam sumur. Mereka tercengang dengan apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus tertimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Dia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Sementara para tetangga si petani terus menuangkan tanah ke atas punggung hewan itu dan si keledai terus mengguncang-guncangkan badannya lalu melangkah naik. Setapak demi setapak. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncat ke tepi sumur dan melarikan diri… !!!

“Begitu juga hidup ini, setiap masalah-masalah merupakan satu pijakan untuk terus melangkah….kita dapat keluar dari masalah yang sangat berat dengan terus berjuang dan pantang menyerah”

“Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, tapi inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini…manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya ..


وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ. الأنكبوت 69
" Adapun orang-orang yang berjihad (mempersungguh) di dalam urusanKu maka akan Aku ( Allah ) tunjukkan jalanKu pada mereka, sesungguhnya Allah niscaya beserta orang-orang yang berbuat baik". QS al-Ankabut 69

Ayoo semangaattt ... !!

by Mas Javas · 2

Bila Penat Mengguncang Semangat untuk Taat

Siang menjelang sore itu aku terduduk kelelahan di ruang makan. Bersandar ke dinding sambil menghela nafas panjang. Suamiku datang melihatku terkulai lemah. Ia pun bertanya, “Kenapa, Ti?” katanya sambil mengambil kursi dan duduk di depanku. Mataku menerawang jauh, teringat hadits2 tentang istri sholehah -yang menyenangkan bila dipandang-, sungguh ketika itu aku jauh dari itu.

Aku tersenyum dan berkata pelan, “Bang, apa ya hikmahnya… istri tu kan dah capeeek gitu seharian kerja. Bangun tidur siapin sarapan, nyuci piring, nyuci baju, anaknya bangun, mandiin, bikinin makan, nemenin main, pas anaknya tidur baru bisa nyapu dan ngepel, bikin makan siang, angkat jemuran, nggaaak berhenti2 rasanya kerjaan tuh. Tapi kenapa ya bang istri itu masih harus tetap nuruuut gitu sama suami, sampai2 nggak boleh menolak untuk melayani suaminya walaupun capeknyaaa dah minta ampun? Kalau nolak bisa2 dilaknat malaikat [1]… Apa ya bang hikmahnya?”

Suamiku terdiam, ada kesan yang tidak mengenakkan memang dari pertanyaanku, tapi bukan maksudku untuk membuatnya merasa tidak nyaman, hanya tiba2 saja teringat tentang ciri2 istri sholehah “yang menyenangkan jika dipandang” itu tadi, yang nurut sama suami walaupun capeknyaaa dah minta ampun, bahkan kalau diminta mengambilkan air putih sekalipun….

Jadi ingat kisah seorang istri, yang lagi baringan saking capeknya… Si istri pun berkisah, “Heran deh ma suami tuh, udah tahu kita dah seharian kerja ngurusin rumah, masih juga disuruh ngambilin air putih, padahal gelasnya tuh lebih deket ke dia. Kalo dibilang, “ya elah say, gelasnya kan deket banget tuh, tinggal ngambil.” Eee, dia nyahutnya, “pahala yang, pahala…””

Hehehe… ngambil air putih kan cuma hal yang kecil, tapi malesnya dah minta ampun, gimana hal yang besar ya… ngambil air setermos, misalnya (:P)

Suamiku menjawab, “Barokah insya Allah… kata Nabi kan begitu…”

Jawaban yang terlalu sederhana dan terlalu umum, pikirku. Aku menganggapnya angin lalu, karena kupikir suamiku hanya ingin membesarkan hatiku.

Tapi suamiku pun melanjutkan, “Ummu Sulaim -radhiyallahuánha- waktu anaknya meninggal dunia, dia masih tetap melayani suaminya, persis di malam waktu anaknya meninggal dunia… Coba bayangin, pas anaknya meninggal nih, malemnya dia layani suaminya. Karena suaminya baru pulang, nggak pingin dia menyusahkan suaminya, masa’ udah capek dikasih kabar buruk. Padahal sedihnya kayak apa coba anaknya meninggal… Trus apa kata Nabi, barokah!”.

Aku pun teringat kisahnya…

***

Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa seorang anak dari Abu Thalhah sakit. Ketika Abu Thalhah keluar, anak itu meninggal. Ketika Abu Thalhah kembali, dia bertanya, “Bagaimana anakku?” Ummu Sulaim menjawab, “Ia dalam kondisi sangat tenang,” seraya menghidangkan makan malam kepadanya, dan dia pun makan. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Ummu Sulaim berkata, “Jangan beritahukan kepada Abu Thalhah tentang kematian anaknya.” Kemudian ia melakukan tugasnya sebagai isteri kepada suaminya, lalu suaminya berhubungan intim dengannya. Ketika akhir malam, ia berkata kepada suaminya, “Wahai Abu Thalhah, bagaimana pendapatmu bila keluarga si fulan meminjam suatu pinjaman, lalu memanfaatkannya, kemudian ketika pinjaman itu diminta, mereka tidak suka?” Ia menjawab, “Mereka tidak adil.” Ummu Sulaim berkata, “Sesungguhnya anakmu, fulan, adalah pinjaman dari Allah dan Dia telah mengambilnya.” Abu Thalhah beristirja’ (mengucapkan: Innaa lillaahi wa innaaa ilaih raaji’uun) dan memuji Allah seraya mengatakan, “Demi Allah, aku tidak membiarkanmu mengalahkanku dalam kesabaran.” Pada pagi harinya, dia datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala beliau melihatnya, beliau bersabda, “Semoga Allah memberkahi kalian berdua di malam hari kalian.” [2]

***

Subhanallah, indah sekali kisah ini. Merontokkan segala kelelahanku…

Sambil mengangguk2, kukatakan pada suamiku, “Makasih ya bang…”

Semoga aku selalu ingat, bila penat mengguncang semangat untuk taat…

-mutiara-

yang menyadari, curhat terbaik memang kepada suami…

Footnote:

[1] Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 3237, 5193, 5194), Muslim (no. 1436), Ahmad (II/255, 348, 386, 439, 468, 480, 519, 538), Abu Dawud (no. 2141) an-Nasa-i dalam ‘Isyratun Nisaa’ (no. 84), ad-Darimi (II/149-150) dan al-Baihaqi (VII/292), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, “Artinya : Apabila seorang suami mengajak isterinya ke tempat tidur (untuk jima’/bersetubuh) dan si isteri menolaknya [sehingga (membuat) suaminya murka], maka si isteri akan dilaknat oleh Malaikat hingga (waktu) Shubuh.”
Dalam riwayat lain (Muslim) disebutkan: “sehingga ia kembali”. Dan dalam riwayat lain (Ahmad dan Muslim) disebutkan: “sehingga suaminya ridha kepadanya”. Yang dimaksud “hingga kembali” yaitu hingga ia bertaubat dari perbuatan itu. [Fat-hul Baari (IX/294-295)] Lihat artikel tentang hak suami atas istri, dan juga hak istri atas suami

[2] Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5470) kitab al-‘Aqiiqah, Muslim (no. 2144), kitab Fadhaa-ilush Shahaabah, Ahmad (no. 11617). Lihat kisah teladan Ummu Sulaim

dari milis tetangga

by Mas Javas · 0