Kamis, Juni 16, 2011
Maaf Bukan Menggarami air laut, sekedar berbagi.
Bila Kurang berkenan, mangga tag nya dihapus saja.
Ingatlah nasehat-nasehat singkat ini, semoga kita semua dikaruniai Allah sebuah pernikahan yang barakah, yang menjadi kebaikan bagi kita dan menambah kebaikan yang kita miliki, serta menjadi jalan kemuliaan di sisi-Nya kelak:
1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita Jangan
lah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.
2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orangtua/wali si gadis, tetapi
meminta kepada TUHAN melalui orang tua/wali si gadis.
3. KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan negara, tetapi menikah di
hadapan TUHAN
4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoakan anda, karena
anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf
apabila anda berfikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan doa
mereka.
5. SEJAK MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan
bukan sepasang malaikat.!
6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur
bunga, tetapi juga semak belukar yg penuh onak dan duri.
7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat
berpegang tangan
8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
Cintailah isteri atau suami anda 100%
9. KETIKA TELAH MEMIKI ANAK.
Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi
cintailah isteri atau suami anda100% dan
cintai anak-anak anda masing-masing 100%.
10.KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK.
Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan
tingkat ketaatan suami dan isteri
11.KETIKA EKONOMI MEMBAIK
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita
semasa menderita
12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit
secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolonganAnda.
13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu
berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.
14.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua
yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik
adalah orang tua yang jujur kepada anak ..
15.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama
dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh
orang tuanya.
16.KETIKA ADA PIL.
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.
17.KETIKA ADA WIL
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.
18.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan
menuju potret keluarga bahagia.
19.KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS
Gunakanlah formula 7 K
1 Ketaqwaan
2 Kasih sayang
3 Kesetiaan
4 Komunikasi dialogis
5 Keterbukaan
6 Kejujuran
7 Kesabaran
Kamis, Juni 16, 2011 by Mas Javas · 0
Pernikahan adalah proses yang menghalalkan ikatannya..
Dan..Sakinah adalah puncak kedamaian sebuah pernikahan. Untuk mencapainya, banyak sekali ujian yang harus dilalui,.. karena setiap dari kita, dan pasangan kita pun adalah manusia.. yang masing-masing memiliki potensi hina dan mulia..
Dari berbagai ujian pernikahan yang ada, berdasarkan hasil survey Ada dua penyebab besar terjadinya kegoyahan dalam rumah tangga, yakni : Perselingkuhan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Dalam setiap bulannya, di atas dua ratus pasangan keluarga di kota bandung menjalani persidangan perceraian.. Gugatan-gugatan cerai yang diajukan, dinilai bukan hal yang sangat substansial… masih sangat mungkin untuk terjadi kembali damai dan rukun (Islah)..
Ujian terberat rumah tangga ternyata ada pada pasangan hidup.. yaitu saat kita teruji oleh belahan jiwa kita sendiri
Permasalahan ini muncul dari komunikasi yang tidak terjalin dengan baik.. komunikasi tersebut bermula dari latar belakang mental yang berbeda.. Masing-masing tidak merasakan hikmah pernikahan: timbulnya rasa “saling menentramkan”.. Sungguh besar godaan syetan terhadap para pasangan suami-istri, sehingga saat para pasangan tidak berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah, dan tidak saling menguatkan, saat itulah keimanan mulai goyah dan tidak khidmat dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Dari sinilah benih-benih bencana besar rumah tangga muncul. Benih-benih itu mulai ditanam seperti: sikap-sikap mengabaikan, tidak peduli, tidak ramah, serta potensi kasih sayang yang tidak diekspresikan secara optimal..
Hal yang menjadi pelajaran berharga adalah,.. Untuk mencegah hal ini, pernikahan harus dibangun di atas visi-misi bersama yang kuat dan kokoh..sehingga, saat sedikit retak saja mulai muncul.. keduanya saling mengingatkan bahwa ada tujuan besar bersama yang akan dicapai.. akankah hancur oleh permasalahan kecil? Investasi keimanan juga sangat penting dan harus dipupuk bersama..
Tiga hal yang jika dimiliki oleh seorang wanita (istri), maka syurga ada di tangannya..
- Mampu menghormati dan ta’at kepada suaminya
- Mampu melayani dan memuaskan kebutuhan-kebutuhan dasar seorang suami
- Menentramkan dengan segala yang ada pada suaminya
Begitulah seharusnya,.. setiap pasangan menyadari dan melaksanakan posisinya masing-masing dalam rumah tangga. Kesalahan yang sering muncul adalah.. saat masing-masing kehilangan orientasi akan tugasnya dalam rumahtangga. Seorang suami tentunya menjadi seorang imam, pemegang kendali dan harus dapat mengambil keputusan… dengan potensi yang Allah berikan, seorang suami lah seharusnya yang memikul penuh kebutuhan rumahtangga, jika diibaratkan.. dalam sepakbola, posisinya sebagai “striker” atau “penyerang”.. dia yang berlari ke luar gawang, melawan tantangan di luar. Sedangkan seorang istri, berikanlah ia ruang yang luas untuk banyak menghabiskan waktu di rumah…mengurusi mengolah nafkah yang telah diperoleh sang suami, mengurus dan mendidik anak dengan sebaik mungkin, mempersiapkan segala hal yang terbaik di rumah untuk suami dan anak.. jika diibaratkan, seorang istri sebagai “penjaga gawang”. Ya, dia harus kuat dan ekstra bersabar.. jangan sampai serangan-serangan zaman “goal” ke rumah karena kelalaian seorang istri, apalagi terhadap anak.. (narkoba, seks bebas, dan sebagainya). Saat seorang istri ingin dan harus berkarya pun, sesuaikan dengan kebutuhan dan kewajiban rumah, karena ternyata karir terbesar dan terhormat seorang wanita adalah menjadi seorang Ibu.. dan inilah pahala surga terbesar baginya.. Ada sebuah Hadist,.. bahwa Rasulullah sallallohu’alaihi wassalam pernah bersabda “wanita yang banyak menghabiskan waktu di rumah, menjaga keluarganya, maka kelak akan sangat dekat denganku di surga’’
Pernikahan sakinah ternyata dibangun jauh dari sebelum kita menikah… Bahkan bermula dari pendidikan orangtua terhadap anak-anaknya. Orangtua yang mendidik anak laki-lakinya untuk menjadi seorang imam yang tangguh, dan mendidik anak perempuannya untuk menjadi jiwa yang kuat dan sabar.. Ya, ini seperti siklus kehidupan.. akan berputar seperti ini… dan segala pembentukan karakter dan akhlak bermula dari sini.., pembentukan jiwa-jiwa pahlawan, pemimpin, yang kelak akan menjadi generasi penerus peradaban ini, semua bermula dari ‘keluarga’. Maka,.. tidak heran saat kelurga dan wanita menjadi ‘proyek’ para penghancur peradaban… Semoga ini menjadi kesadaran kolektif untuk mulai membenahi diri kita masing-masing.. dan pernikahan adalah proyek besar, maka tidak sembarangan saat kita mempersiapkannya. Karena yang biasanya terjadi, energi calon pasangan dan keluarga saat akan menikah habis untuk memikirkan persiapan prosesi pernikahan hari “H”(walimah), tetapi melupakan hal-hal dasar dan jangka panjang seperti “visi-misi pernikahan”, komitmen setelah menikah, orientasi dan tugas masing-masing… dan sebagainya..
tentang mencari calon pasangan yang tepat.
Tentunya, harus sesuai hadist..pilihlah pasangan berdasarkan 4 hal: kecantikan, harta, keturunan (keluarga), dan akhlak (keislaman).. dan utamakanlah keislaman (agamanya), sesungguhnya itu sudah dapat mencakup semuanya.. Ya, cari yang paling sholeh! Kesholehan tersebut harus teruji dan terbukti (harus kita lihat sendiri), Kita dapat melihat dari kekuatannya dalam beribadah.. dan kekuatan ibadah (spiritualnya) dapat kita lihat aplikasinya, ia mengamalkan kesholehannya.. dapat dilihat dari tanggung jawabnya.. Dan yang terakhir adalah,.. bagaimana cara ia memuliakan kita dan orangtua kita..
Wallah’alam bishowab..
Semoga bermanfaat…
by Mas Javas · 0
Minggu, Juni 12, 2011
Jika mau mdapatkn yang SOLEH, kurangkan "agenda mencari yang Soleh".
Tetapi BERUSAHALAH menjadi SOLEHAH!
Jika inginkn yg SOLEHAH, janganlh cerewet mencari si Solehah.
Tetapi berusahalah menjadi yg SOLEH!
Bertemu yang solehah, solehahnya dia belum tentu kekal.
Bertemu yang soleh, solehnya boleh saja ia berubah.
Karena si soleh dan solehah adalah insan BIASA.
Pernikahan adalah sebagian daripada proses untuk MENJADI, Bukannya MENCARI
![]() |
| javas |
Minggu, Juni 12, 2011 by Mas Javas · 0
Belajar Nahwu Shorof Kilat di Ponpes LDII Lengkong
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tidak mengajarkan ilmu Nahwu Shorof kepada jamaah umum, mengingat tingkat kesulitan yang tinggi pada ilmu Nahwu Shorof ini. Pengajaran Quran dan Hadist di LDII dibuat semudah mungkin agar bisa diterima, difahami dan diamalkan oleh seluruh jamaah yang memiliki latar belakang sosial, ekonomi dan pendidikan berbeda-beda. Para Ulama LDII berpendapat, jamaah jangan sampai merasa enggan dan berat menerima kebenaran Quran Hadist karena terbentur kesulitan ilmu Nahwu Shorof yang sebenarnya hanya alat, bukan ilmu utama.Namun demikian Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) membuka kelas spesialis Nahwu Shorof khusus bagi para mubaligh dan Mubalighot di Ponpes Milinium Alfina Lengkong Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Kelas Nahwu Shorof ini dilaksanakan secara periodik dua bulan sekali atau lima kali dalam setahun. Apabila di Universitas pelajaran nahwu shorof harus ditempuh beberapa semester namun di Ponpes Lengkong ini cukup dua bulan untuk menguasai inti dari Ilmu Nahwu Shorof. Setiap gelombang kelas ini diikuti antara 50 sampai 100 siswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Adalah Ustadz KH. Endang Sudrajat atas ijin Allah berhasil menyusun metoda kilat pengajaran Ilmu Nahwu Shorof sehingga mudah dan cepat dikuasai oleh siswa. Akan tetapi Ustadz Endang yang mantan aktifis PERSIS ini mensyaratkan peserta kelas Nahwu shorof ini sedikitnya harus bisa membaca Al Quran, dapat menulis huruf pegon dan telah menguasai makna Al Quran & Al Hadist atau sudah lulus mubaligh. Untuk benar-benar menguasai Ilmu Nahwu shorof para siswa harus mempraktekkan teori yang didapat di kelas setelah kembali ke kelompok pengajian masing-masing.
Nahwu shorof adalah ilmu tata bahasa Arab sebagai alat untuk mempermudah dalam menyampaikan, menerima dan memahami Ilmu Quran dan Hadist secara benar. Ilmu Nahwu Shorof dicetuskan oleh sahabat Ali bin Abi Thalib yang mengkhawatirkan terjadinya deviasi / perbedaan atau penyimpangan Bahasa Arab Al Quran oleh berbagai etnis yang ada di seluruh dunia yang mempelajari Al Quran dan Al Hadist. Ilmu nahwu shorof dibuat sebagai standarisasi bahasa Al Quran agar tidak terkontaminasi bahasa pasaran, bahasa prokem atau dialek-dialek lokal dunia yang jumlahnya ribuan di seluruh dunia.
Kata 'NAHWU' berarti 'seperti', 'kira-kira', atau semisal', merujuk pada perkataan sahabat Ali “… nahwa qoulika” yang ditujukan pada sahabat Abu al-Aswad yang memiliki tata bahasa yang terbaik, akhlak yang mulya dan kepahaman agama yang juga kuat pada saat itu, yang dijadikan standar tata bahasa oleh sahabat Ali RA. 'SHOROF' berarti morfologi kata, yaitu perubahan bentuk suatu kata karena makna maksud yang dikehendaki. Seperti contoh:
قَالَ – ميَقُولُ – قَوْلًا – قَائِلٌ – مَقُوْلٌ – قُلْ -- لَاتَقُلْ
Profil Ustadz KH. Endang Sudrajat
| Nama | : | Ustadz KH. Endang Sudrajat |
| Alamat | : | Jl. Merdeka Timur, P.O. BOX 254 Lengkong Kabupaten Nganjuk Jawa Timur |
| Lahir | : | Bogor, 13 Pebruari 1968 |
| Pendidikan | : |
|
| Pekerjaan | : |
|
by Mas Javas · 0
Tukang Mie Ayam
Kejadian ini bermula ketika secara tak sengaja aku berpapasan dengan tukang Mie
Ayam keliling yang biasa beredar di depan rumah. Siang itu, kulihat dia tengah berasyik masyuk di pinggir jalan, cekikikan sambil melihat sesuatu yang ada di tangannya. Bahkan saking asiknya, gerobak mie ayam itu ditinggalkannya begitu saja, seakan mengundang pemulung jail untuk mengangkutnya
Karena penasaran, diriku pun bertanya
"Mas Jason (panggil saja demikian, karena dia sering dipanggil Son ama pelanggannya "Son.. mie ayamnya siji maning sooon.."), sedang apa kok asik bener
di pojokan?" tanyaku
"Eh mas ganteng...( satu hal yang aku suka dari Jason adalah : Orangnya suka
bicara Jujur!), ini mas, lagi update status!!..."
WADEZIG!!
"weehhh... njenengan fesbukan juga to??" tanyaku heran
"Ya iyalah mas... hareee geneee ga fesbukan?!.. .
Lagian kan lumayan juga buat menjaring pelanggan lewat fesbuk, kata pak Hermawan Kertajaya kan dalam berdagang kita harus selalu melakukan diferensiasi termasuk dalam hal pemasaran mass.. "
GLEK!! kalah gw
Gw yang sering naik Kereta ke jawa aja gak tau kalo ada yg namanya Hermawan
Kereta Jaya
"emang mas statusnya apa?" tanyaku penasaran
"nih mas aku bacain :
Promo Mie Ayam, beli dua gratis satu mangkok, beli tiga gratis nambah kuah, beli
empat gratis timbang badan... takutnya anda obesitas... segera saya tunggu di
gang Jengkol, depan tengkulak Beras Mpok Hepi.
Mie Ayam Jason : Melayani dengan Hati... ampela, usus dan jeroan ayam lainnya.."
GUBRAK!!
Dua kosong untuk mas jason....
Gw yg uda lama fesbukan aja ga bisa bikin status se atraktif dia..
Tapi ada yg aneh pas kulirik ke henpon yang dia pake aku kira henponnya blekberi
atau minimal nokia seri baru yang uda bisa pake internetan.
Selidik punya selidik, ternyataa... henponnya lawas bin jadul... HP yang masih
monokrom, suara belum poliponik, dan masih pake antena luar kayak radio AM
"mas, tapi kok bisa update fesbuk pake henpon sederhana gitu? (bahasa halusnya
henpon lawas)
Gimana caranya??
"Owwh.. gampang mas, saya tinggal nulis statusnya lewat SMS lalu kirim ke Tri?
jawab dia datar
"Ohh.. mas nya pake Kartu Three ya? Yang gratis internetan itu?"
" Bukaaaan mas, Tri itu lengkapnya Tri Ambarwati...
Dia itu pacar saya, sama-sama dari Tegal, yang kerjaannya jagain Warnet 24 Jam!
Jadi kalo butuh update, tinggal sms dia aja nanti dia yang gantiin status saya,
Lha wong dia tiap hari di depan komputer jagain warnet. Paling sebagai
balesannya saya gratisin mie ayam seminggu sekali... murah to..."
Mendadak kepalaku pusing
Bagaikan menderita dehidrasi akut sekaligus hipotermia tingkat tiga, aku limbung
mendengar jawaban spektakuler dari mas jason...
BRUK!!
"lho mas.. mas... jadi beli mie ayam ndak...kepriben iki?"
MAU UPDATE STATUS GRATIS
PAKE TRI
MAU???
from: kaskus
by Mas Javas · 1
Selasa, Mei 04, 2010
Kitab yang selama ini mungkin hanya dinikmati melalui tulisan di kertas, baik di kertas kuning (sehingga disebut kitab kuning) maupun di kertas putih, memerlukan usaha tersendiri untuk memilikinya, harganya yang cukup mahal, tempatnya yang harus disediakan khusus, perawatannya agar tidak dirusak oleh serangga, jamur, udara lembab, dan lain-lain. Dengan menginstall software ini, diharapkan masalah tersebut bisa teratasi.
Kitab berupa Program komputer ini gratis, tidak perlu membelinya, tidak perlu menyediakan ruangan besar untuk menampung ribuan kitab yang masing-masing bisa jadi terdiri dari puluhan juz. Kitab model ini tidak akan rusak oleh gangguan diatas, bahkan bila rusak komputernya atau rusak programnyapun, maka cukup dicopykan ulang saja dari program aslinya, Insya Allah akan bisa dinikmati kembali dengan mudah.
Software ini sangat cocok untuk para Asatidz, para Kiai, pengkaji Islam, dosen Islam, perpustakaan dan pondok-pondok pesantren. Perlu diketahui bahwa software ini berisi kitab turath Islami yang sesuai dengan faham Ahlussunnah wal Jamaah dalam berbagai versi.
Daftar Bidang Ilmu dan Jumlah Kitab di Dalamnya
Software ini memuat berbagai kitab dalam berbagai bidang
1. Di bidang tafsir (lebih 52 kitab) meliputi Tafsir Thabari, Ibnu Katsir, Al-Baghawi, Al-Alusi, Al-Bahr, Fathul Qadir, Ad-Durrul Mantsur, Jalalain, Al-Khazin, Az-Zamakhsyari, Ibnu Abdis Salam, Sayyid Thanthawi, Adh-Dhilal, Al-Qusyairi, dll.
2. Dalam bidang Ulumul Qur'an (lebih 43 kitab), meliputi I'rabul Qur'an, Asbabu Nuzulil Qur'an, Al-Itqan, Misykatul anwar, Fadlailul Qur'an, Majazul Qur'an, Lubabun Nuzul, At-Tibyan, Asbabun Nuzul, Ahkamul Qur'an lisy Sayfi'iy, Ahkamul Qur'an li Ibni Arabiy, dll
3. Dalam bidang Fiqih, kitab di lingkungan 4 madzhab diletakkan terpisah. Untuk Madzhab Imam Syafi'y, yang tersedia antara lain Al-Umm, I'anatuh Thalibin, Fathul Wahhab, Fathul Mu'in, Asnal Mathalib, Al-Majmu', Raudlatuth Thalibin, Hasyiah Qalyubi wa Umairah, Mughnil Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Hasyiah Bujairimi alal Khatib, Hasyiah Bujairimi alal Minhaj, dll.
4. Dalam madzhab Imam Maliki (15 kitab), Asy-Syarhul Kabir, Bidayatul Mujtahid, Mukhtashar Khalil, At-Taju wal Iklil, Mawahibul Jalil, Hasyiyah Ad-Dasuqi alasy Syarhil Kabir, dll. Dalam Madzhab Imam Hanafi terdapat lebih 20 kitab, dan Madzhab Imam Maliki terdapat 15 kitab.
5. Dalam bidang Tasawuf, / Akhlak terdapat Ihya Ulumiddin, Riyadlush Shalihin, Al-Kabair, Al-Futuhatul Makiyyah, Qutul Qulub, Al-Risalatul Qusyairiyyah, Al-Adzkar, Sharh Hikam Atho'iyyah dll.
6. Klasifikasi umum memuat kitab Tafsirul Ahlam, Ta'tirul Anam fi Tafsiril Ahlam, Mausu'ah Tafsiril Ahlam, Mafahimul Islamiyyah, Al-Jam'iyyatul Khairiyyah li Tahfidhil Qur'anil Karim, Jam'ul Qur'anil Karim fi 'Ahdi Khulafair Rasyidin, dll.
Semua kitab tersebut sudah lengkap dimuat dalam software ini, oleh karena itu ukurannya sangat besar, Hard Disk yang dibutuhkan minimal 4,2 Giga Byte.
Kemampuan Mencari
Kemampuan Utama software ini, diantaranya :
* Membuka kitab apapun dengan mudah berdasarkan Juz dan Halamannya.
* Bila sulit mencari kitabnya, ada dua pilihan, dicari berdasarkan urutan (index) huruf atau berdasarkan bidang ilmunya.
* Bila hanya tahu sedikit kata dari judulnya, misal Ihya Ulumiddin, maka cukup ketikkan Ihya, maka akan diantarkan daftar kitab yang di judulnya tertera kata Ihya.
* Mencari IBARAT. (Catatan : IBARAT adalah keterangan ayat / hadits / fatwa / pembahasan yang terkait dengan Jawaban yang dibutuhkan). Inilah kunci utama pentingnya software ini.
Pencarian itu dilakukan dengan memasukkan sebuah kata, dan software akan mencarinya di seluruh kitab.
1. Bila terlalu banyak hasil pencariannya, bisa pula dibatasi pada nama kitab tertentu saja atau pada bidang ilmu tertentu saja. Misalkan pembahasan Makmum Masbuq, bisa didapat dari Kitab-kitab di bidang Hadits, bidang Fiqih (Madzhab 4), dll.
2. Pencarian kata itu di dalam 1800 kitab bisa dilakukan, akan tetapi jelas memakan waktu dan mungkin tidak semuanya berkait langsung dengan yang diinginkan penanya.
3. Maka dengan membatasinya hanya pada Kitab Majmu' saja mungkin akan lebih mudah. Bisa juga diperluas sedikit dengan menambah daftar kita yg akan dituju ini. Atau bahkan lebih luas lagi, yakni di seluruh kitab fiqih dalam Madzhab Imam Syafi'iy.
4. Daerah pencarian juga bisa digabungkan dari bidang yang berbeda, misalnya dari bidang fiqih Madzhab Imam Syafi'iy ditambah Madzhab Imam Maliki, ditambah bidang Tafsir, dan bidang hadith dan lain-lain.
Kitab installable
Kelebihan lain dari software ini adalah kemampuan untuk menambahkan kitab baru dengan tanpa install ulang software secara total. Begitu juga pengguna bisa menghapus kitab-kitab yang tidak diinginkannya sesuai kebutuhan. Bahkan, pengguna juga bisa mengirimkan satu kitab, misalnya, dalam bentuk file kecil kepada pengguna lain dengan tanpa mengirimkan software secara utuh, kemudian file tersebut bisa dibaca dengan software Mini Shamila.
Cara Meng-Install
* Sistem Operasi Windowsnya harus Arabic (Win 95 atau 98 Arabic), atau Win XP yang dienable Arabicnya. Bila Windows XP masih versi English atau bahasa lainnya maka dibutuhkan langkah Enable Arabic (dijelaskan di bawah). Catatan : CD asli dari Windows akan dibutuhkan ketika mengganti setting Win XP itu ke Arabic.
* Ruang kosong di Hard Disk minimal 4.2 GB, perinciannya file asli sebesar 789 MB, hasil ekstraknya meliputi file terkait program 137 MB dan file data 3.18 GB,
* Memory minimal 128 MB
Langkah-Langkah Install
1. Klik file "shamela.exe"
* Klik tombol INSTALL
* Maka file ini akan menghasilkan sebuah direktory baru Library, yg berisi file "SETUP.EXE" dan 3 direktory lainnya
* Double Clik (jalankan) program "SETUP.EXE"
* Pilih direktory tempat menyimpan programnya (pada umumnya di direktory "Program files"
* Maka akan terbentuk direktory "Al-Maktabatusy Syamilah" dalam teks Arab.
2. Untuk menjalankannya
* klik START, ALL PROGRAM, cari "Al-Maktabatusy Syamilah" dalam teks Arab
* Klik "Al-Maktabatusy Syamilah" dalam teks Arab
* Program siap menampilkan berbagai jenis kitab.
Mengenable / Mempersiapkan Win XP agar bermode Arabic
* Klik [Start]
* [Control Panel] [Regional and Language Options] [Languages]
* Pada Supplemental language support, pilihlan kotak kecil yg atas (ada 2 kotak)
* Komputer akan menginstal karakter Arab dari CD (harus sudah disiapkan CD Windowsnya).
Sampai di sini Windows sudah siap diubah ke mode Arabic
* Aktifkan mode Arabicnya, melalui [Control Panel] [Regional and Language Options] [Advanced]
* Pilih Arabic, dengan nama negara apapun (asalkan bertuliskan Arabic), misalkan Mesir, Bahrain, Jordan, dan lain-lain.
Software ini diterbitkan oleh jaringan Da'wah Islamiyah al-Misykat. dan bisa di download secara gratis , namun jika Anda kesulitan mendownloadnya, anda Bisa pesan dvd tersebut pada kami :
sms ke 0857 490 35366
*** sertakan alamat lengkap anda ***
Selasa, Mei 04, 2010 by Mas Javas · 0
Kamis, Maret 11, 2010
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذي أكرم خواص عباده بالألفة في الدين، ووفقهم لإكرام عباده المخلصين، وزينهم بالأخلاق الكريمة والشيم الرضية، تأدباً بأفضل البشرية، وسيد الأمة محمد بن عبد الله بن عبد المطلب صلى الله عليه وسلم.
Lidah itu memang lunak tidak bertulang, oleh karena itu orang yang tidak menguasai ilmu beladiri sekalipun bisa bersilat lidah. Lihatlah ..si fulan yang kemarin mengatakan ‘a’ hari ini berbalik mengatakan ‘b’. si fulan yang lain, dusta ibarat gula-gula di lidahnya …
Lidah itu tajam laksana pedang bahkan ia adalah pedang bermata dua. Jika luka tersayat pedang tidaklah susah untuk diobati ..tetapi hati yang terluka ditikam kata-kata kemana kan dicarikan penawarnya? Entah berapa banyak persaudaraan terputus ditebas lidah dan tidak sedikit pula dua yang bersahabat jadi musuh bebuyutan karena tikaman lidah.
Padahal Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama ketika ditanya siapa muslim yang paling afdhol? Beliau shollallahu ‘alaihi wa sallama menjawab, “Orang yang selamat kaum muslimin dari lisan dan tanganya”.[1]
Lidah itu berbisa bagai lidah ular yang bercabang dua. Bahkan ia bisa lebih berbahaya dari pada bisa ular.
Lidah juga bisa berobah menjadi binatang buas yang bahkan memangsa tuannya sendiri. Makanya mulutmu harimaumu …
عن أبي هريرة ، أنه سمع النبي (صلى الله عليه وسلم) يقول : “إن العبد يتكلم بالكلمة ما يتبين فيها يزل بها إلى النار أبعد مما بين المشرق والمغرب”
Dari ia Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia mendengar Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama berkata, “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang dia tidak tahu apakah itu baik atau buruk,ternyata menggelincirkannya ke dalam neraka lebih jauh dari antara timur dan barat”.
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Ketahuilah, bahwasanya seyogyanya bagi setiap mukallaf hendaklah ia menjaga lisannya dari seluruh ucapan kecuali ucapan yang ada maslahat padanya. Apabila berbicara atau diam sama maslahatnya, maka yang sesuai sunnah adalah memilih diam. Karena terkadang ucapan yang mubah dapat menyeret kepada yang haram atau makruh, bahkan galibnya inilah yang terjadi, dan keselamatan tidak ada yang bisa menyamai harganya”.[2]
Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Termasuk baiknya islamnya seseorang meninggalkan apa-apa yang tidak berguna baginya”.[3]
Jagalah lidahmu duhai saudara
Jangan sampai ia mematukmu, karena dia adalah ular yang bisa
Tidak sedikit orang yang terkubur dibunuh lidahnya
Padahal para pemberani takut menghadapinya.
Seorang muslim, ketika dia hendak berbicara, ia menimbang apakah berguna atau tidak? Jika tidak berguna dia memilih diam. Jika ternyata berguna dia menimbang lagi ..apakah jika dia diam manfaatnya lebih besar dari pada berbicara?
Imam Asy-Syafi’I berkata, “Jika seseorang berbicara hendaklah ia memikirkan sebelum mengucapkannya, jika nyata maslahatnya ia berbicara dan jika ia ragu, ia diam sampai jelas maslahatnya”.[4]
Beliau juga pernah menasehati sahabat yang juga muridnya, “Hai Robi’, janganlah kamu berbicara dalam perkara yang tidak berguna bagimu. Sesungguhnya jika engkau mengucapkan satu kata, ia akan menguasaimu dan engkau tidak bisa menguasainya”.[5]
Lidah adalah duta hati, jika engkau ingin mengetahui hati seseorang, lihatlah apa yang biasa dia ucapkan. Sesungguhnya itu akan menyingkap apa yang dihatinya, suka atau tidak suka.
Karena lidah itu itu seperti kuali yang mendidih, lidah adalah sendoknya. Perhatikanlah ketika seseorang berbicara, sesungguhnya ia sedang menyendokkan isi hatinya kepadamu, dengan beragam rasa, pahit, manis, asam, pedas dan lainnya. Sebagaimana engkau bisa merasakan masakan dalam kuali dengan lidah. Engkau juga bisa merasakan hati lawan bicaramu dengan gerak lidahnya ketika bertutur-kata.
Sungguh mengherankan, seseorang bisa dengan mudah menjaga dirinya dari memakan yang haram, berbuat zalim, zina, mencuri, meminum khamar dan dari memandang yang haram, tetapi tidak bisa menahan gerak lidahnya yang lunak tidak bertulang. Bahkan seseorang yang zohirnya ta’at, berwibawa, sopan tetapi dia membiarkan lidahnya mengucapkan kalimat yang dianggapnya sepele padahal satu kalimat itu saja cukup untuk mencampakkannya ke dalam neraka.
Suatu malam, di salah satu villa Malibuanai Padang Panjang, saya berkumpul bersama beberapa ikhwan yang sebagian besarnya masih awwam dalam hal agama.
Lalu secara dadakan, mereka meminta kesediaan saya untuk memberikan sepatah dua kata naseha. Dalam rombongan itu ada seorang pria yang baru mulai belajar mendekatkan diri kepada Allah ..sisa-sisa kelalaian masih membekas diraut wajahnya.
Salah seorang yang tampak agak lebih tua, membuka majelis. Entah apa yang ada dalam benaknya ketika itu, dia berbicara menyindir salah seorang yang hadir – mungkin niatnya baik, ingin mengingatkan si fulan – ia berkata, “Nanti di hari kiamat, pak fulan masuk surga. Saya masih mencari-cari. Saya bertanya, ‘Pak fulan, mana si fulan’[6]. Pak … menjawab di sebelah’. Saya lihat ke sebelah rupanya di neraka”.
Semua yang hadir gelak terbahak-bahak. Rasa sedih, kasihan, marah membuat saya bungkam menghimpun aksara dan petuah yang semoga berguna bagi diri saya dan yang hadir khususnya pembuka acara yang salah kaprah menghunus lidahnya.
Saya jadi teringat hadits Nabi shollallahu ‘alahi wasallama yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jundub rodhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, ‘Seseorang berkata, ‘Demi Allah, Allah tidak mengampuni si fulan’. Maka Allah berkata, “Siapa orang yang lancang mendahuluiku mengatakan bahwa Aku tidak mengampuni fulan? Sesungguhnya Aku telah mengampuni si fulan dan Aku hapus amalanmu”.
Ya Allah …
Satu kalimat saja yang dianggapnya remeh menghapuskan amal-amalnya.
Hilanglah sholat yang dulu dikerjakannya
Lenyaplah puasa yang dulu ditunaikannya
Sirnalah zakat, qiyam dan amal kebajikannya.
Karena kelancangan lidahnya mendahului apa yang menjadi hak Allah.
Bahkan orang yang dipandangnya rendah dan hina, yang dia kira masuk neraka. Malah diampuni Allah Ta’ala.
Dahulu, para salafus sholeh sangat menjaga lidah mereka. Setiap saat mereka meng-hisab kalimat yang mereka ucapkan.
Ibnu Buraidah berkata, “Aku melihat Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma memegang lidahnya lalu berkata, ‘Katakanlah yang baik engkau pasti beruntung. Atau diamlah dari keburukan engkau pasti selamat’. Maka ditanyakan kepadanya, ‘Kenapa engkau mengucapkan ini?’. Ia menjawab, “Aku dengar, bahwasanya seorang manusia tidak lebih menyesal dan marah kepada anggota tubuhnya selain dari pada lidahnya kecuali orang yang mengucapkan kata-kata yang baik atau menukilkan yang baik dengan lidahnya”.
Sahabat Ibnu Mas’ud bersumpah dengan nama Allah yang tidak ada Ilah yang diibadati dengan hak melainkan Dia bahwa tidak ada dimuka bumi ini yang lebih patut untuk dipenjarakan dari pada lidahnya.
Yunus bin ‘Ubaid berkata, “Aku tidak melihat seseorang yang lidahnya terjaga melainkan aku melihatnya pula pada seluruh amalannya. Dan seorang yang rusak tutur katanya melainkan aku melihatnya tampak pada seluruh amalanya”.
Fudhoil bin ‘Iyadh berpetuah, “Barangsiapa yang menganggap perkataannya bagian dari amalnya, niscaya sedikit perkataannya pada sesuatu yang tidak bermanfaat”.
Gerakan anggota tubuh yang paling ringan adalah lidah, namun itu pula yang paling besar bahayanya bagi seorang manusia.
Abu Hatim rahimahullah berkata, “Wajib bagi orang yang berakal agar berlaku adil kepada telinga dan mulutnya. Dia harus tahu, bahwa ia diberi dua telinga dan satu mulut adalah agar ia lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Karena kalau dia berbicara bisa jadi dia akan menyesali dan apabila tidak berbicara dia tidak menyesal. Dan dia akan lebih mudah membantah apa yang tidak dia ucapkan dari pada membantah apa yang telah dia ucapkan”.
Dulu, sebagian ulama tidak menerima hadits dari orang-orang yang berbicara atau mengucapkan kalimat-kalimat yang tidak patut.
Pernah dikatakan kepada Al-Hakam bin Utaibah, “Kenapa engkau tidak menulis hadits dari Zaadaan?”. Ia menjawab, “Dia banyak bicara”.
Lidah dapat menyebabkan dua petaka besar, jika seseorang selamat dari yang satunya belum tentu selamat dari yang berikutnya.
Dua petaka atau bencana itu adalah : petaka berbicara dan petaka diam.
Seorang yang bungkam dan mendiamkan kebenaran adalah setan yang bisu, bermaksiat kepada Allah, bermuka dua dan menjilat , jika dia tidak mengkhawatirkan bahaya atas dirinya.
Dan orang yang mengucapkan perkataan yang batil adalah setan yang berbicara, bermaksiat kepada Allah dengan kata-kata yang ia ucapkan.
Adapun orang-orang yang berjalan di atas jalan yang lurus – semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan mereka – berada di antara dua petaka tersebut. Mereka menahan lidah mereka dari perkataan yang batil dan melepaskannya untuk sesuatu yang mendatangkan manfaat kepada mereka di akhirat. Oleh karena itu, kita tidak adakan dapatkan salah seorang mereka melontarkan kata-kata yang tidak mendatangkan manfaat apalagi yang bisa membahayakan di akhirat.
Seorang mukmin sepatutnya memiliki tutur-kata yang santun, bersih dan terjaga.
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Bukanlah seorang mukmin itu suka mencela, melaknat, berkata yang keji dan kotor”.[7]
Seorang hamba, bisa jadi di hari kiamat datang membawa kebaikan sebesar gunung, lalu dia dapatkan ternyatalidahnya telah memusnahkan semuanya. Atau sebaliknya, dia datang membawa kesalahan yang banyak ternyata lidahnya menghapusnya karena dia banyak berdzikir dan yang berkaitan dengannya.
Ketika seseorang datang kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama lalu berkata, “Hai Rasulullah nasehatilah aku’”. Rasul shollallahu ‘alaihi wa sallama, “Jika engkau berdiri dalam sholatmu, maka sholatlah seolah-olah itu sholat terakhirmu. Dan janganlah engkau mengucapkan kalimat yang esok membuatmu menyesal dan bulatkanlah bersungguh-sungguhlah memutus harapan terhadap apa yang ada ditengan manusia”[8].
Kalau saja setiap kita memegang tiga wasiat ini; sholat dengan khusyu’, menjaga lidah, dan menggantungkan harapan hanya kepada Allah, niscaya keberuntungan menyertai langkahnya.
Oleh karena itu ketika Uqbah bin Amir bertanya kepada Rasulullah, “Apa keselamatan itu?”. Maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama menjawab, “Tahanlah lidahmu dan jadikanlah rumahmu lapang bagimu, serta tangisilah kesalahanmu”[9].
Semoga Allah menjaga kita semua dari petaka lidah …
Semoga Allah menguatkan kita untuk menyuarakan kebenaran
Semoga Allah menguatkan kita untuk menahan lidah dari kebatilan, amin.
__________________________
[1] Dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ary.
[2] Al-Adzkar Imam An-Nawawi (1/332).
[3] Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (2318) dari Abu Hurairah.
[4] Al-Adzkar oleh Imam An-Nawawi (1/332).
[5] Al-Adzkar oleh Imam An-Nawawi (1/335).
[6] Maksudnya menyindir seseorang yang saya sebutkan sebelumnya.
[7] Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari di Adabul Mufrod, At-Tirmidzi, Al-Hakim dan lainnya. Dishohihkan Al-Hakim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi dan Al-Albani. (Ash-Shohihah 1/319 no. 320).
[8] Diriwayatkan oleh Ahmad dan Baihaqi dan dishohihkan oleh Al-Albani (Shohih Al-Jami’ no. 742)
Source Telaga Hati
Kamis, Maret 11, 2010 by Mas Javas · 0






