Kamis, Agustus 25, 2011
I Just want to share or flash back makna Lailatul Qodar serta mengajak saya & rekan-rekan untuk mencarinya di 10 malam terakhir ini.
Sebetulnya apa sih “Lailatul Qadar/Malam Qadar” itu? Tentu hadirin sudah mahfum, ada yang menyebutnya “Malam-Lailatul Qadar”, padahal Lail=malam ya…) tapi nggak apa-apa lah, tidak prinsip..kata temen saya sih “nggak dadhos pitakon kubur” (tidak jadi pertanyaan dalam kubur)he..Gitu aja kok repot! he..he
Hlalah kok malah ngelantur ke kubur segala….kita kembali ke lek..lok ya (leklok mah leuleus atuh), eh ke lap..top..
Lailatul Qodar Malam 1000 bulan
Allah SWT berfirman dalam QS.AlQodr 1-5 :
Surah Al-Qodr
QS.AlQodr ayat 2-3 “Tahukah kamu apakah lailatul qodr itu?Lailatul qodri khoirun min alfi syahrin…Lailatul Qodr, lebih baik dari “alfi syahrin” alias 1000 bulan.
kita bisa menggali kembali asbabul nujul kisah turunnya Surah AlQodar, diceritakan oleh Rasulullah Muhammad SAW bahwa ada kaum Bani Israil yang semasa hidupnya +- 80 tahun belum pernah melakukan kemaksiatan. Saat itu sahabat Rasul tercengang (kok ada ya orang sehebat itu) sehingga para shohabat bertanya apakah bisa kita mengejar pahala orang tersebut yang begitu hebatnya. Rasul menjawab : “Lailatul Qodri khoirun min alfi Syahrin.. artinya amalan yang kita kerjakan di malam Qadar pahalanya lebih baik dari 1000 bulan (kalau dikonversi ke “tahun” selama kurang lebih 83 tahun)..apa nggak MANTABS tuh! semalam kita beramal pahalanya bisa melebihi yang dicerikakan Rasulullah tadi..emang jadi umat Nabi Muhammad kita harus bersyukur, amalannya dikit tapi tarikannya maaanngg, pahalanya guede bisa menyamai umat sebelumnya…
So, beramal satu malam di malam qodar, dimana saat malam qodar itu turun, amal ibadah kita dihitung oleh Alloh SWT lebih baik dari 1000 bulan/83 tahun tadi. Andai malam itu kita sedang sholat tasbih maka sholat tasbih kita seperti sholat tasbih 1000 bulan, dst.
Dikisahkan dalam Al-hadits bahwa sebenarnya Rasulullah sudah diberi “bocoran”nya kapan tepatnya “lailatul Qadar” terjadi, hanya saja Rasulullah SAW dilupakan oleh Alloh, sehingga saat shohabat tanya kapan sih turunnya lailatul qodar, Rasulullah hanya menjawab : ” Carilah Lailatul Qadar itu di 10 malam yang terakhir (di bulan Ramadhan) ” dalam Hadits lain,Rasul bersabda: “Carilah malam Qadar di Malam yang Ganjil : malam 21,23,25,27)…
Sehingga tak heran “Para Pencari Lailatul Qadar (PPL)” biasanya di 10 malam terakhir itu ada yang memilih mencarinya di malam-malam ganjil saja…sehingga di malam-malam genap biasanya masjid mendadak corengcang alias agak sepi…padahal kalau kita mau dapet pahala yang besar / pol tersebut ya usahakan (kalau sehat dan kuat) kita geber saja di 10 malam terakhir tanpa ampun…he..insyaAllah kalau kita gribig semua malam di 10 malam terakhir itu, maka pahala pol di malam qodar akan kita raih. Rasulullah SAW hanya diberi tahu ciri-cirinya saat lailatul qodar diantaranya hujan gerimis, siangnya panas, dan khalayak masjid terserang kantuk yang bener-bener ngantuk…
Oh, ya ada istilah i’tikaf di Masjid, apa sih maksudnya..? itikaf secara harfiah adalah “diam” (beribadah) di dalam Masjid. Seperti dicontohkan Rasulullah SAW karena beliau sudah berniat itikaf maka mempeng ibadah di dalam masjid sampai untuk urusan sisir rambut saja hanya mengeluarkan kepalanya untuk disisiri oleh Ibu Aisyah ummil mu’miniin..jadi Rasulullah tidak keluar masjid kecuali untuk keperluan buang air kecil/besar.
ya kalau di 10 malam terakhir kita beribadahnya di masjid, selain dapat pahala lailatul qodar juga dapat pahala itikaf..Memang walaupun di rumah kalau kita berniat mencari lailatul qodar ya bisa, cuma kalau di rumah kita tidak dapat pahala itikaf..gitu lho..Jadi bagi yang memang ada udzur/halangan, tenang aja masih bisa kok mendapat pahala lailatul qodar di rumah/di bumi Alloh yang lain, asal memang berniat mencarinya yang dibuktikan dengan amal ibadah..khan aneh ya mencari pahala lailatul qodar tapi di depan layar kaca…?atau sambil maen game….ah eta mah teu pegeh atuh namanya..he he becanda Gan..jangan dikasih “bata” atau lapor hansip ya…
Target Lailatul Qodar
Dalam Bulan Ramadhan kita sudah punya 5 target yang disebut 5-SUKSES (Sukses Puasa, Sukses Sholat Tarawih, Sukses Membaca AlQuran, Sukses Lailatul Qodar & Sukses Membayar Zakat Fithrah)..Tentunya Target Sukses lailatul Qodar itu perlu kita persiapkan strategi, dengan perencanaan (lha wong kata orang bisnis aja kalau tidak punya perencanaan berarti merencanakan “kegagalan”). Paling tidak dengan “target” kita punya amunisi yang bernama “motivasi”.
Nah, biar sukses, dalam setiap malam malam 21 s.d terakhir, dari mulai maghrib s.d terbit fajar,” Hiya hatta mathlail fajr” untuk pencarian pahala pol lailatul qodar ini kita tentu harus punya target, mau ngapain nih kita, apa yang harus kita amalkan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya..kalau sekenanya ya hasilnya juga ingsyaAllah tidak maksimal..Dengan amalan tertarget, ingsyaAllah kita termotivasi/terpacu untuk mengamalkannya sehingga pencarian lailatul qodar bisa kita isi dengan berbagai amalan, misal istighfar 1000x, sholat tasbih, membaca sholawat 1000x, membaca alquran, dsb…lihat contoh di bawah : nanti tinggal kita tinggal check list/contreng saja yang kita amalkan, sehingga kalau tahun depan kita diberi umur kita bisa evaluasi untuk lebih baik lagi.
Lihat/Download dalam bentuk pdf : Target Lailatulqodar
Download “Target Sukses Lailatul Qodar+ PR 1 sd 13+Petunjuk Urutan Berdoa 1/3 malam+Asmaul Husna” klik tautan berikut ini : http://bit.ly/qMaBiQ
semoga bermanfaat….
Yakin bahwa sampai saat ini belum terjadi orang yang melek mencari pahala lailatul qodar, besoknya masuk rumah sakit…
Nah, lailatul qodar itu hanya terjadi satu malam, dan itu juga hanya terjadi di bulan Ramadhan yang terjadi sekali dalam setahun, yang tahun depan belum tentu kita masih hidup/masih belum ditarik dari peredaran…khan sayang ya kalau kita sia-siakan..?
Akhirnya, semoga ALLOH SWT memberi kita kekuatan, kesehatan, keshobaran, keamanan,keselamatan & kebarokahan, rezeqi yang manfaat & barokah hingga dapat meraih pahala lailatul qodar..aamiin
Ayo mang, tarik jabrix…lets go to get “lailatul Qadar” reward from Alloh SWT…!
Wallahu a’lam..
Kamis, Agustus 25, 2011 by Mas Javas · 0
Rabu, Agustus 24, 2011
| |||||||
| |||||||
Rabu, Agustus 24, 2011 by Mas Javas · 0
Selasa, Agustus 23, 2011
Minal Aidzin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir & Batin 1432 H
Selasa, Agustus 23, 2011 by Mas Javas · 0
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)
Ayat diatas menjelaskan akan hak ibu terhadap anaknya. Ketahuilah, bahwasanya ukuran terendah mengandung sampai melahirkan adalah 6 bulan (pada umumnya adalah 9 bulan 10 hari), ditambah 2 tahun menyusui anak, jadi 30 bulan. Sehingga tidak bertentangan dengan surat Luqman ayat 14 (Lihat Tafsiir ibni Katsir VII/280)
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)
Dalam ayat ini disebutkan bahwa ibu mengalami tiga macam kepayahan, yang pertama adalah hamil, kemudian melahirkan dan selanjutnya menyusui. Karena itu kebaikan kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada ayah. Sebagaimana dikemukakan dalam sebuah hadits,
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Imam Al-Qurthubi menjelaskan, “Hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah. Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali. Bila hal itu sudah kita mengerti, realitas lain bisa menguatkan pengertian tersebut. Karena kesulitan dalammenghadapi masa hamil, kesulitan ketikamelahirkan, dan kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak, hanya dialami oleh seorang ibu. Ketiga bentuk kehormatan itu hanya dimiliki oleh seorang ibu, seorang ayah tidak memilikinya. (Lihat Tafsir Al-Qurthubi X : 239. al-Qadhi Iyadh menyatakan bahwa ibu memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan ayah)
Begitu pula dengan Imam Adz-Dzahabi rahimahullaah, beliauberkata dalam kitabnya Al-Kabaair,
Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah sembilan tahun.
Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya.
Dia telah menyusuimu dari putingnya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu.
Dia cuci kotoranmu dengan tangan kirinya, dia lebih utamakan dirimu dari padadirinya serta makanannya.
Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu.
Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu.
Seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras.
Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik.
Dia selalu mendo’akanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.
Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu.
Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar.
Engkau puas minum dalam keadaan dia kehausan.
Engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu.
Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat.
Berat rasanya atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah.
Engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek.
Engkau tinggalkan padahal dia tidak punya penolong selainmu.
Padahal Allah telah melarangmu berkata ‘ah’ dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut.
Engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu.
Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul ‘aalamin.
(Akan dikatakan kepadanya),
ذَلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ يَدَاكَ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ
“Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya”. (QS. Al-Hajj : 10)
(Al-Kabaair hal. 53-54, Maktabatush Shoffa, Dar Albaian)
Demikianlah dijelaskan oleh Imam Adz-Dzahabi tentang besarnya jasa seorang ibu terhadap anak dan menjelaskan bahwa jasa orang tua kepada anak tidak bisa dihitung.
Yah, kita mungkin tidak punya kapasitas untuk menghitung satu demi satu hak-hak yang dimiliki seorang ibu. Islam hanya menekankan kepada kita untuk sedapat mungkin menghormati, memuliakan dan menyucikan kedudukan sang ibu dengan melakukan hal-hal terbaik yang dapat kita lakukan, demi kebahagiannya.
Contoh manusia terbaik yang berbakti kepada Ibunya
Dari Abi Burdah, ia melihat Ibnu ‘Umar dan seorang penduduk Yaman yang sedang thawaf di sekitar Ka’bah sambil menggendong ibunya di punggungnya. Orang yaman itu bersenandung,
إِنِّي لَهَا بَعِيْرُهَا الْمُـذِلَّلُ – إِنْ أُذْعِرْتُ رِكَابُهَا لَمْ أُذْعَرُ
Sesungguhnya diriku adalah tunggangan ibu yang sangat patuh.
Apabila tunggangan yang lain lari, maka aku tidak akan lari.
Orang itu lalu bertanya kepada Ibn Umar, “Wahai Ibnu Umar, apakah aku telah membalas budi kepadanya?” Ibnu Umar menjawab, “Engkau belum membalas budinya, walaupun setarik napas yang ia keluarkan ketika melahirkan.” (Adabul Mufrad no. 11; Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Dalam sebuah riwayat diterangkan:
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya seseorang mendatanginya lalu berkata: bahwasanya aku meminang wanita, tapi ia enggan menikah denganku. Dan ia dipinang orang lain lalu ia menerimanya. Maka aku cemburu kepadanya lantas aku membunuhnya. Apakah aku masih bisa bertaubat? Ibnu Abbas berkata: apakah ibumu masih hidup? Ia menjawab: tidak. Ibnu Abbas berkata: bertaubatlah kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan dekatkanlah dirimu kepadaNya sebisamu. Atho’ bin Yasar berkata: maka aku pergi menanyakan kepada Ibnu Abbas kenapa engkau tanyakan tentang kehidupan ibunya? Maka beliau berkata: ‘Aku tidak mengetahui amalan yang paling mendekatkan diri kepada Allah ta’ala selain berbakti kepada ibu’. (Hadits ini dikeluarkan juga oleh Al Baihaqy di Syu’abul Iman (7313), dan Syaikh Al Albany menshahihkannya, lihat As Shohihah (2799))
Pada hadits di atas dijelaskan bahwasanya berbuat baik kepada ibu adalah ibadah yang sangat agung, bahkan dengan berbakti kepada ibu diharapkan bisa membantu taubat seseorang diterima Allah ta’ala. Seperti dalam riwayat di atas, seseorang yang melakukan dosa sangat besar yaitu membunuh, ketika ia bertanya kepada Ibnu Abbas, apakah ia masih bisa bertaubat, Ibnu Abbas malah balik bertanya apakah ia mempunyai seorang ibu, karena menurut beliau berbakti atau berbuat baik kepada ibu adalah amalan paling dicintai Allah sebagaimana sebagaimana membunuh adalah termasuk dosa yang dibenci Allah.
Berbuat baik kepada ibu adalah amal sholeh yang sangat bermanfa’at untuk menghapuskan dosa-dosa. Ini artinya, berbakti kepada ibu merupakan jalan untuk masuk surga.
Jangan Mendurhakai Ibu
Dalam sebuah hadits Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
عن المغيرة بن شعبة قال : قال النبي صلى الله عليه و سلم : إن الله حرم عليكم عقوق الأمهات ووأد البنات ومنع وهات . وكره لكم قيل وقال وكثرة السؤال وإضاعة المال
“Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian berbuat durhaka kepada ibu-ibu kalian, mengubur anak perempuan hidup-hidup, menolak kewajiban dan menuntut sesuatu yang bukan menjadi haknya. Allah juga membenci jika kalian menyerbarkan kabar burung (desas-desus), banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta.” (Hadits shahih, riwayat Bukhari, no. 1407; Muslim, no. 593, Al-Maktabah Asy-Syamilah)
Ibnu Hajar memberi penjelasan sebagai berikut, “Dalam hadits ini disebutkan ’sikap durhaka’ terhadap ibu, karena perbuatan itu lebih mudah dilakukan terhadap seorang ibu. Sebab,ibu adalah wanita yang lemah. Selain itu, hadits ini juga memberi penekanan, bahwa berbuat baik kepada itu harus lebih didahulukan daripada berbuat baik kepada seorang ayah, baik itu melalui tutur kata yang lembut, atau limpahan cinta kasih yang mendalam.” (Lihat Fathul Baari V : 68)
Sementara, Imam Nawawi menjelaskan, “Di sini, disebutkan kata ‘durhaka’ terhadap ibu, karena kemuliaan ibu yang melebihi kemuliaan seorang ayah.” (Lihat Syarah Muslim XII : 11)
Buatlah Ibu Tertawa
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : جئْتُ أبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ، وَتَرَكْتُ أَبَوَيَّ يَبْكِيَانِ، فَقَالَ : ((اِرْخِعْ عَلَيْهِمَا؛ فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا))
“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Aku akan berbai’at kepadamu untuk berhijrah, dan aku tinggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis.” Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.” (Shahih : HR. Abu Dawud (no. 2528), An-Nasa-i (VII/143), Al-Baihaqi (IX/26), dan Al-Hakim (IV/152))
Jangan Membuat Ibu Marah
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ : رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَاالْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَلَدِ.
“Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata, “Ridha Allah tergantung ridha orang tua dan murka Allah tergantung murka orang tua.“ (Adabul Mufrod no. 2. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan jika sampai pada sahabat, namun shahih jika sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)
Kandungan hadits diatas ialah kewajiban mencari keridhaan kedua orang tua sekaligus terkandung larangan melakukan segala sesuatu yang dapat memancing kemurkaan mereka.
Seandainya ada seorang anak yang durhaka kepada ibunya, kemudian ibunya tersebut mendo’akan kejelekan, maka do’a ibu tersebut akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana dalam hadits yang shahih Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ، لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ.
“Ada tiga do’a yang dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tidak diragukan tentang do’a ini: (1) do’a kedua orang tua terhadap anaknya, (2) do’a musafir-orang yang sedang dalam perjalanan-, (3) do’a orang yang dizhalimin.” (Hasan : HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad (no. 32, 481/Shahiih Al-Adabil Mufrad (no. 24, 372))
Jika seorang ibu meridhai anaknya, dan do’anya mengiringi setiap langkah anaknya, niscaya rahmat, taufik dan pertolongan Allah akan senantiasa menyertainya. Sebaliknya, jika hati seorang ibu terluka, lalu ia mengadu kepada Allah, mengutuk anaknya. Cepat atau lambat, si anak pasti akan terkena do’a ibunya. Wal iyyadzubillaah..
Saudariku…jangan sampai terucap dari lisan ibumu do’a melainkan kebaikan dan keridhaan untukmu. Karena Allah mendengarkan do’a seorang ibu dan mengabulkannya. Dan dekatkanlah diri kita pada sang ibu, berbaktilah, selagi masih ada waktu…
والله الموفّق إلى أقوم الطريق
وصلى الله وسلم على نبينا وعلى آله وأصحابه ومن اتّبعهم بإحسان الى يوم الدين
***
Artikel muslimah.or.id
Penulis : Hilda Ummu Izzah
Muraja’ah : Ustadz Ammi Nur Baits
Maraji’ :
* Qur’anul Karim dan Terjemahannya
* Rekaman Ta’lim Ustadz Abuz Zubair Al-Hawary Hafizhahullaahu Ta’ala
* www.buletin.muslim.or.id
* www.almanhaj.or.id
* Asy-Syaikh DR. Muhammad Luqman Salafi, Rasysyul Barad Syarh Al-Adabil Mufrad, Daarud Daa-’iy Linnasyr wat Tauzii’, Riyadh.
* Imam Adz-Dzahabi, Al-Kabaair, Maktabatush Shoffa, Dar Albaian.
* Abu Abdillah Muhammad Luqman Muhammad As-Salafi, Syarah Adabul Mufrad Jilid 1, Griya Ilmu, Jakarta.
* Imam Adz-Dzahabi, Al-Kaba’ir – Dosa-dosa yang Membinasakan, Darus Sunnah, Jakarta.
* Abu Zubeir Hawary, Wahai Ibu Maafkan Anakmu, Darul Falah, Jakarta.
* Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Birrul Walidain, At-Taqwa, Bogor.
* Abu Umar Basyir, Sutra Kasih Ibunda – Kepadamu Berbakti Tiada Henti, Rumah Dzikir, Sukoharjo, Solo.
***
by Mas Javas · 0
Jumat, Agustus 19, 2011
Resep kue kering buat l;ebaran 2011 ini saya kumpulkan dari beberapa sumber. Saya berharap posting tentang resep kue kering ini dapat berguna untuk para pembaca.
Resep kue kering Putri Salju
Bahan:
175 gram margarin
3 kuning telur
100 gram keju edam parut
1/4 sendok teh garam
175 gram tepung terigu, ayak
30 gram tepung maizena
Untuk taburan
350 gram gula bubuk
Cara membuat Kue Putri Salju adalah sebagai berikut
1. Siapkan loyang pipih, olesi dengan margarin, sisihkan
2. Kocok margarin hingga mengembang, masukkan telur dan terus kocok hingga mengembang
3. Masukkan tepung terigu, maizena, aduk rata, tambahkan keju edam dan garam, aduk rata hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk
4. Ambil satu sendok teh adonan. bentuk bola, taruh di atas loyang, beri jarak
5. Panggang dalam oven dengan temperatur 160 derajat celcius selama 15 menit hingga matang
6. Dinginkan, taburi dan lumuri dengan gula bubuk, hingga seluruh bagian kue tertutup gula, simpan dalam stoples kedap udara.
Untuk 400 gram
Resep kue kering Kering Nastar Selai Nanas - kue kering lebaran lengkap komplit
Bahan:
tepung terigu 250 gram
tepung maizena 25 gram
susu bubuk 1 sendok makan
mentega 175 gram
gula halus 50 gram
telur 4 butir, 3 untuk adonan, dan 1 untuk olesan
cengkeh 50 gram, untuk hiasan
Bahan selai nanas:
nanas 1/2 buah, parut
gula pasir 100 gram
garam 1/2 sendok teh
cara membuat kue kering nastar selai nanas adalah sebagai berikut
1. Selai nanas = rebus nanas parut, gula pasir, kayu manis, dan garam hingga agak mengering, aduk hingga berbentuk selai.
2. Nastar = campur tepung terigu, tepung maizena, dan susu bubuk lalu ayak. kocok mentega, gula halus, dan kuning telur hingga lembut
3. Campurkan semua adonan, aduk rata menggunakan spatula hingga adonan bisa dibentuk.
4. Ambil adonan, bentuk bulatan yang diisi selai nanas. hiasi atasnya dengan cengkeh lalu olesi dengan kuning telur
5. Letakkan di atas loyang yang sudah diolesi margarin secukupnya, panggang selama 25 menit.
makanan ini cukup untuk 33 buah.
Resep kue kering Kering Lidah Kucing
Bahan Kue Kering Lidah Kucing:
250 gram margarin
150 gram gula halus
1/2 sendok teh vanili bubuk
250 gram tepung terigu
5 putih telur kocok hingga kaku
makanan ini cukup untuk 21 buah.
Cara membuatnya:
1. Panaskah oven dengan temperatur 160 derajat celcius dan loyang pipih atau loyang khusus lidah kucing, olesi dengan margarin, sisihkan
2. KOcok margarin bersama gula halus hingga lembut, masukkan vanili bubuk dan tepung terigu, aduk rata.
3. Campur adonan dengan putih telur yang telah dikocok kaku, aduk rata.
4. MAsukkan adonan ke dalam plastik segi tiga, potong ujungnya sedikit dan semprotkan kue ke loyang, panggang selama 15 menit hingga kecokelatan dan matang, angkat.
5. Dinginkan dan simpan dalam stoples kedap udara.
Bidaran Keju Telur Gabus Keju - resep kue lebaran
Resep yang satu ini selalu di jadikan sajian hari raya, maupun sebagai cemilan harian. Rasanya yang asin bikin kita tidak pernah merasa bosan untuk memakan nya.
Oleh karena itu,3 ayat menyajikan aneka Resep bidaran keju, baik yang berbahan dasar tepung terigu maupun tepung ketan, dan rasanyapun nikmat
Bahan:
-125 gr tepung tapioka
-2 butir telur ayam
-200 gram keju edam parut
-garam secukupnya
-minyak untuk menggoreng
Cara membuat:
-kocok telur hinggb mengembang.
-masukkan tepung tapioka, aduk rata.
-tambahkan keju dan garam, aduk rata.
-pilin adonan, masukkan dalam minyak goreng dingin.
-panas kan minyak, goreng dg api sedang sambil sesekali di aduk hingga terapung dan kecoklatan.
-angkat, tiriskan.
Resep kue kering Bidaran karamel Kue Telur Gabus Karamel Kue Telur Belanak - Sajian kue lebaran
Bahan:
-4 butir telur
-300 gr tepung tapioka
-garam secukupnya
-1 sdm gula halus
-1/2 sdt air kapur sirih
-minyak utk menggoreng
-lapisan: 3 sdm gula pasir, 1 sdt gula merah sisir, 2 sdm air,
Cara Membuat:
-kocok telur hingga mengembang. Masukkan semua bahan, aduk rata.
-pilin adonan, masukkan dalam minyak goreng dingin.
-masak dg api sedang hingga adonan terapung. Angkat, tiriskan.
-campur semua bahan lapisan, masak hingga menidih dan dan benar2 kental.
-masukkan adonan telur gabus, aduk terus hingga adonan terlapisi seluruhnya. Angkat, sajikan.
Resep kue kering Bangkit Keju - Resep kue lebaran sederhana simple mudah
Bahan:
-100 gr blue band
-300 gr sagu tani
-50 gr gula halus
-1 butir kuning telur
-2 1/2 gr susu encer
-50 gr keju parut.
Cara membuat:
-kocok blue band dan gula halus.
-tambahkan kuning telur, aduk.
-tambahkan susu encer, aduk.
-tambahkan keju parut, aduk.
-tambahkan sagu tani, aduk.
-cetak, panggang.
Tips: agar lebih menarik, boleh di taburi keju diatasnya.
Kue Bangkit Susu untuk Hari Raya Idul Fitri
Bahan:
-4 gelas sagu
-1 gelas tepung terigu
-1 kaleng susu kental manis putih/coklat
-2 butir kuning telur
-3 sdm mentega
-1/2 sdt soda kue
-2 bungkus vanili
cara membuat:
-susu di kocok sampai cair.
-masukkan telur, mentega, vanili dan soda kue. Aduk rata.
-masukkan sagu dan tepung, aduk rata.
-cetak sesuai selera.
-panggang sampai matang dengan api sedang.
Resep kue kering Bawang Renyah
Bahan:
- 1000 gr tepung kanji/sagu
- 250 gr tepung terigu
- 6 batang seledri, iris halus
- 50 gr bawang merah, giling halus
- 100 gr bawang putih, giling halus
- 2 bungkus masako ayam
- 3 butir telur, kocok lepas
- 1 sendok makan garam halus
- 1 sendok teh penyedap rasa (ajinomoto)
- 700 ml air
- 3 sendok makan margarin/mentega
Cara Membuat:
- larutkan terigu dengan air, tambahkan seledri, bawang putih, bawang merah, masako, telur kocok, garam, penyedap rasa, dan margarin, masak pada api sedang hingga adonan mengental.
- pindahkan adonan terigu ke wajan, tambahkan sagu, adon hingga adonan kalis.
- ambil sedikit adonan, bulatkan dengan diameter ± 7 cm.
-giling adonan dengan menggunakan cetakan kue bawang (ampia)dengan ketebalan sesuai selera.
- potong adonan dengan panjang 5 cm.
- giling pada cetakan mie (kwetiau)
- goreng pada minyak panas hingga warna kuning kecoklatan, tiriskan, angkat.
- simpan pada wadah kering dan tertutup rapat (stoples)
tips: agar kue bawang bertambah lezatnya, pada adonan dapat ditambahkan 50 gram wijen yang telah disangrai.
Resep kue kering semporong
Bahan A:
4 btr telur
150 gr gula pasir
1 sdt cake emulsifier
Bahan B:
150 gr tepung terigu
2 sdm tepung sagu
1 sdt baking powder
1 sdm susu bubuk
Bahan C:
100 gr margarine, leleh
Cara Membuat:
1. Kocok bahan A hingga mengembang dan kental, masukkan bahan B aduk rata, lalu tuangi bahan C, aduk balik hingga rata.
2. Panaskan cetakan Egg Roll (lipat segita or gulung ), tuang 1 sdm adonan dibagian tengah, segera tutup cetakan dan biarkan lk. 5 menit hingga adonan matang.
3. Buka cetakan, lalu gulung cake dengan bantuan sumpit. Angkat biarkan dingin, lepaskan dari sumpit. Lakukan hingga adonan habis.
4. Kemas dalam toples rapat.
Resep kue kering Crispy Chocolate Cookies
Bahan:
2 Putih Telur
125 gr Gula Kaster
35 gr Cornflakes, hancurkan
125 gr Dark Coklat, serut
2 sdm coklat bubuk untuk taburan
Cara Membuat:
1. Seperti Kaki Kambing Cuma dicetak pake sendok.
2. Setelah matang taburkan coklat bubuk.
Resep kue kering Chocolate Cornflakes Cookies
* 2 tablespoons sugar
* 1/2 teaspoon ground cinnamon
* 2/3 cup packed brown sugar
* 1/2 cup butter, softened
* 1 egg
* 2 teaspoons ground cinnamon
* 1 teaspoon vanilla
* 2 1/2 cups Bisquick baking mix
Directions :
1. Heat oven to 375 degrees.
2. Mix sugar and 1/2 tsp cinnamon; reserve.
3. Mix brown sugar, butter, egg, 2 tsp cinnamon, and the vanilla.
4. Stir in baking mix.
5. Drop dough by rounded teaspoonfuls about 2″ apart onto ungreased
cookie sheet.
6. Flatten with glass dipped in reserved sugar-cinnamon mixture.
7. Bake until edges are light brown, 8 to 10 minutes.
Jumat, Agustus 19, 2011 by Mas Javas · 0
Kue Kering untuk sajian Lebaran..? Wah gak aneh lagi ya… Tapi kalau ada pilihan seperti dibawah ini bagaimana…
Kacang Keju Komposisi: telur, tepung gula, margarine,mentega, tepung terigu, kacang tanah, keju. | Batang Keju Komposisi: telur, margarine, mentega,penyedap rasa, susu, keju, garam, tepung terigu. | Coklat Crispy Komposisi: coklat, keping jagung, gula-gula. |
| . | ||
Sagu Keju Komposisi: telur, margarine, mentega, tepung gula, sagu, keju | Kacang Coklat Komposisi: telur, margarine,mentega, tepung terigu, tepung gula, coklat masak | coklat kacang Komposisi: telur, margarine, mentega,coklat bubuk,tepung gula, selai kacang, tepung terigu, kacang, karamel. |
| . | ||
Kacang Salut Coklat Putih Komposisi: telur, margarine, mentega, tepung gula, susu, maizena, tepung terigu, kacang, coklat, coklat putih. | Kastengel Komposisi: telur, margarine, penyedap rasa, garam, maizena, tepung terigu, susu, keju. | Keping Jagung Komposisi: telur, margarine, mentega,tepung gula, keping jagung, tepung terigu. |
| . | ||
Nastar Keju Komposisi: telur, margarine, mentega, tepung gula, maizena, selai nanas, keju, tepung terigu | Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432H berikutnya silahkan ibu2 liat resepnya disini klik disni buu .. oalahhhhhhhh : hahahaha |
by Mas Javas · 0
Minggu, Agustus 14, 2011
Buah suatu Kesabaran. Kisah Nyata dari Tanah Arab.
cerita ini saya dapat dalam sebuah catatan di facebook sungguh sebuah cerita yang menguras air mata dan kembali memupuk keimanan kepada Allah yang maha kuasa semoga cerita ini dapat memulihkan hati yang telah lama kering akan sentuhan sentuhan keajaibannNYA , bacalah dengan seksama
Ditengah gemuruhnya kota, ternyata Riyadh menyimpan bayak kisah. Kota ini menyimpan rahasia yang hanya diperdengarkan kepada telinga dan hati yang men...dengar. Tentu saja, Hidayah adalah kehendak NYA dan Hidayah hanya akan diberikan kepada mereka yang mencarinya.
Ada sebuah energi yang luar biasa dari cerita yang kudengar beberapa hari yang lalu dari sahabat Saya mengenal banyak dari mereka, ada beberapa dari Palestina, Bahrain, Jordan, Syiria, Pakistan, India, Srilanka dan kebanyakan dari Mesir dan Saudi Arabia sendiri. Ada beberapa juga dari suku Arab yang tinggal dibenua Afrika. Salah satunya adalah teman dari Negara Sudan, Afrika.
Saya mengenalnya dengan nama Ammar Mustafa, dia salah satu Muslim kulit hitam yang juga kerja di Hotel ini.Beberapa bulan ini saya tidak lagi melihatnya berkerja. Biasanya saya melihatnya bekerja bersama pekerja lainnya menggarap proyek bangunan di tengah terik matahari kota Riyadh yang sampai saat ini belum bisa ramah dikulit saya. Hari itu Ammar tidak terlihat. Karena penasaran, saya coba tanyakan kepada Iqbal tentang kabarnya.
"Oh kamu tidak tahu?" Jawabnya balik bertanya, memakai bahasa Ingris khas India yang bercampur dengan logat urdhu yang pekat.
"Iyah beberapa minggu ini dia gak terlihat di Mushola ya?" Jawab saya. Selepas itu, tanpa saya duga iqbal bercerita panjang lebar tentang Ammar. Dia menceritakan tentang hidup Ammar yang pedih dari awal hingga akhir, semula saya keheranan melihat matanya yang menerawang jauh. Seperti ingin memanggil kembali sosok teman sekamarnya itu. Saya mendengarkan dengan seksama.
Ternyata Amar datang ke kota Riyadh ini lima tahun yang lalu, tepatnya sekitar tahun 2004 lalu. Ia datang ke Negeri ini dengan tangan kosong, dia nekad pergi meninggalkan keluarganya di Sudan untuk mencari kehidupan di Kota ini. Saudi arabia memang memberikan free visa untuk Negara Negara Arab lainnya termasuk Sudan, jadi ia bisa bebas mencari kerja disini asal punya Pasport dan tiket. Sayang, kehidupan memang tidak selamanya bersahabat. Do'a Ammar untuk mendapat kehidupan yang lebih baik di kota ini demi keluarganya ternyata saat itu belum terkabul. Dia bekerja berpindah pindah dengan gaji yang sangat kecil, uang gajinya tidak sanggup untuk membayar apartemen hingga ia tinggal di apartemen teman temannya. Meski demikian, Ammar tetap gigih mencari pekerjaan. Ia tetap mencari kesempatan agar bisa mengirim uang untuk keluarganya di Sudan.
Bulan pertama berlalu kering, bulan kedua semakin berat...Bulan ketiga hingga tahun tahun berikutnya kepedihan Ammar tidak kunjung berakhir..Waktu bergeser lamban dan berat, telah lima tahun Ammar hidup berpindah pindah di Kota ini. Bekerja dibawah tekanan panas matahari dan suasana Kota yang garang. Tapi amar tetap bertahan dalam kesabaran.
Kota metropolitan akan lebih parah dari hutan rimba jika kita tidak tahu caranya untuk mendapatkan uang, dihutan bahkan lebih baik. Di hutan kita masih bisa menemukan buah buah, tapi di kota? Kota adalah belantara penderitaan yang akan menjerat siapa saja yang tidak mampu bersaing. Riyadh adalah ibu kota Saudi Arabia. Hanya berjarak 7 jam dari Dubai dan 10 Jam jarak tempuh dengan bis menuju Makkah. Dihampir keseluruhan kota ini tidak ada pepohonan untuk berlindung saat panas. Disini hanya terlihat kurma kurma yang berbuah satu kali dalam setahun.
Amar seperti terjerat di belantara Kota ini. Pulang ke Sudan bukan pilihan terbaik, ia sudah melangkah, ia harus membawa perubahan untuk kehidupan keluarganya di negeri Sudan. Itu tekadnya. Ammar tetap tabah dan tidak berlepas diri dari keluarganya. Ia tetap mengirimi mereka uang meski sangat sedikit, meski harus ditukar dengan lapar dan haus untuk raganya disini. Sering ia melewatkan harinya dengan puasa menahan dahaga dan lapar sambil terus melangkah, berikhtiar mencari suap demi suap nasi untuk keluarganya di Sudan.
Tapi Ammar pun Manusia. Ditahun kelima ini ia tidak tahan lagi menahan malu dengan teman temannya yang ia kenal, sudah lima tahun ia berpindah pindah kerja dan numpang di teman temannya tapi kehidupannya tidak kunjung berubah.
Ia memutuskan untuk pulang ke Sudan. Tekadnya telah bulat untuk kembali menemui keluarganya, meski dengan tanpa uang yang ia bawa untuk mereka yang menunggunya. Saat itupun sebenarnya ia tidak memiliki uang, meski sebatas uang untuk tiket pulang. Ia memaksakan diri menceritakan keinginannya untuk pulang itu kepada teman terdekatnya. Dan salah satu teman baik amar memahaminya ia memberinya sejumlah uang untuk beli satu tiket penerbangan ke Sudan. Hari itu juga Ammar berpamitan untuk pergi meninggalkan kota ini dengan niat untuk kembali ke keluarganya dan mencari kehidupan di sana saja.
Ia pergi ke sebuah Agen di jalan Olaya- Riyadh, utuk menukar uangnya dengan tiket. Sayang, ternyata semua penerbangan Riyadh-Sudan minggu ini susah didapat karena konflik di Libya, Negara tetangganya. Tiket hanya tersedia untuk kelas executive saja. Akhirnya ia beli tiket untuk penerbangan minggu berikutnya. Ia memesan dari saat itu supaya bisa lebih murah. Tiket sudah ditangan, dan jadwal terbang masih minggu depan.
Ammar sedikit kebingungan dengan nasibnya. Tadi pagi ia tidak sarapan karena sudah tidak sanggup lagi menahan malu sama temannya, siang inipun belum ada celah untuk makan siang. Tapi baginya ini bukan hal pertama. Ia hampir terbiasa dengan kebiasaan itu. Adzan dzuhur bergema.. Semua Toko Toko, Supermarket, Bank, dan Kantor Pemerintah serentak menutup pintu dan menguncinya. Security Kota berjaga jaga di luar kantor kantor, menunggu hingga waktu Shalat berjamaah selesai. Ammar tergesa menuju sebuah masjid di pusat kota Riyadh. Ia mengikatkan tas kosongnya di pinggang, kemudian mengambil wudhu, memabasahi wajahnya yang hitam legam, mengusap rambutnya yang keriting dengan air. Lalu ia masuk mesjid. Shalat 2 rakaat untuk menghormati masjid. Ia duduk menunggu mutawwa memulai shalat berjamaah. Hanya disetiap shalat itulah dia merasakan kesejukan, Ia merasakan terlepas dari beban Dunia yang menindihnya, hingga hatinya berada dalam ketenangan ditiap menit yang ia lalui. Shalat telah selesai. Ammar masih bingung untuk memulai langkah. Penerbangan masih seminggu lagi. Ia diam. Dilihatnya beberapa mushaf al Qur'an yang tersimpan rapi di pilar pilar mesjid yang kokoh itu. Ia mengmbil salah satunya, bibirnya mulai bergetar membaca taawudz dan terus membaca al Qur'an hingga adzan Ashar tiba menyapanya. Selepas Maghrib ia masih disana. Beberapa hari berikutnya, Ia memutuskan untuk tinggal disana hingga jadwal penerbangan ke Sudan tiba.
Ammar memang telah terbiasa bangun awal di setiap harinya. Seperti pagi itu, ia adalah orang pertama yang terbangun di sudut kota itu. Ammar mengumandangkan suara indahnya memanggil jiwa jiwa untuk shalat, membangunkan seisi kota saat fajar menyingsing menyapa Kota. Adzannya memang khas. Hingga bukan sebuah kebetulan juga jika Prince (Putra Raja Saudi) di kota itu juga terpanggil untuk shalat Subuh berjamaah disana. Adzan itu ia kumandangkan disetiap pagi dalam sisa seminggu terakhirnya di kota Riyadh. Hingga jadwal penerbanganpun tiba. Ditiket tertulis jadwal penerbangan ke Sudan jam 05:23am, artinya ia harus sudah ada di bandara jam 3 pagi atau 2 jam sebelumnya. Ammar bangun lebih awal dan pamit kepada pengelola masjid, untuk mencari bis menuju bandara King Abdul Azis Riyadh yang hanya berjarak kurang dari 30 menit dari pusat Kota.
Amar sudah duduk diruang tunggu dibandara, Penerbangan sepertinya sedikit ditunda, kecemasan mulai meliputinya. Ia harus pulang kenegerinya tanpa uang sedikitpun, padahal lima tahun ini tidak sebentar, ia sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi inilah kehidupan, ia memahami bahwa dunia ini hanya persinggahan. Ia tidak pernah ingin mencemari kedekatannya dengan Penggenggam Alam semesta ini dengan mengeluh. Ia tetap berjalan tertatih memenuhi kewajiban kewajibannya, sebagai Hamba Allah, sebagai Imam dalam keluarga dan ayah buat anak anaknya.
Diantara lamunan kecemasannya, ia dikejutkan oleh suara yang memanggil manggil namanya. Suara itu datang dari speaker dibandara tersebut, rasa kagetnya belum hilang Ammar dikejutkan lagi oleh sekelompok berbadan tegap yang menghampirinya. Mereka membawa Ammar ke mobil tanpa basa basi, mereka hanya berkata "Prince memanggilmu". Ammarpun semakin kaget jika ia ternyata mau dihadapkan dengan Prince. Prince adalah Putra Raja, kerajaan Saudi tidak hanya memiliki satu Prince. Prince dan Princess mereka banyak tersebar hingga ratusan diseluruh jazirah Arab ini. Mereka memiliki Palace atau Istana masing masing.
Keheranan dan ketakutan Ammar baru sirna ketika ia sampai di Mesjid tempat ia menginap seminggu terakhir itu, disana pengelola masjid itu menceritakan bahwa Prince merasa kehilangan dengan Adzan fajar yang biasa ia lantunkan.
Setiap kali Ammar adzan Prince selalu bangun dan merasa terpanggil. Hingga ketika adzan itu tidak terdengar, Prince merasa kehilangan. Saat mengetahui bahwa sang Muadzin itu ternyata pulang kenegerinya Prince langsung memerintahkan pihak bandara untuk menunda penerbangan dan segera menjemput Ammar yang saat itu sudah mau terbang untuk kembali ke Negerinya.
Singkat cerita, Ammar sudah berhadapan dengan Prince. Prince menyambut Ammar dirumahnya, dengan beberapa pertanyaan tentang alasan kenapa ia tergesa pulang ke Sudan. Amarpun menceritakan bahwa ia sudah lima tahun di Kota Riyadh ini dan tidak mendapatkan kesempatan kerja yang tetap serta gaji yang cukup untuk menghidupi keluarganya. Prince mengangguk nganguk dan bertanya: "Berapakah gajihmu dalam satu bulan?"
Amar kebingungan, karena gaji yang ia terima tidak pernah tetap. Bahkan sering ia tidak punya gaji sama sekali, bahkan berbulan bulan tanpa gaji dinegeri ini. Prince memakluminya. Beliau bertanya lagi: "Berapa gaji paling besar dalam sebulan yang pernah kamu dapati?" Dahi Ammar berkerut mengingat kembali catatan hitamnya selama lima tahun kebelakang. Ia lalu menjawabnya dengan malu: "Hanya SR 1.400", jawab Ammar. Prince langsung memerintahkan sekretarisnya untuk menghitung uang. 1.400 Real itu dikali dengan 5 tahun (60 bulan) dan hasilnya adalah SR 84.000 (84 Ribu Real = Rp. 184. 800.000). Saat itu juga bendahara Prince menghitung uang dan menyerahkannya kepada Amar. Tubuh Amar bergetar melihat keajaiban dihadapannya. Belum selesai bibirnya mengucapkan Al Hamdalah, Prince baik itu menghampiri dan memeluknya seraya berkata: "Aku tahu, cerita tentang keluargamu yang menantimu di Sudan. Pulanglah temui istri dan anakmu dengan uang ini. Lalu kembali lagi setelah 3 bulan. Saya siapkan tiketnya untuk kamu dan keluargamu kembali ke Riyadh. Jadilah Bilall dimasjidku.. dan hiduplah bersama kami di Palace ini" Ammar tidak tahan lagi menahan air matanya. Ia tidak terharu dengan jumlah uang itu, uang itu memang sangat besar artinya di negeri Sudan yang miskin. Ammar menangis karena keyakinannya selama ini benar, Allah sungguh sungguh memperhatikannya selama ini, kesabarannya selama lima tahun ini diakhiri dengan cara yang indah.
Ammar tidak usah lagi membayangkan hantaman sinar matahari disiang hari yang mengigit kulitnya. Ammar tidak usah lagi memikirkan kiriman tiap bulan untuk anaknya yang tidak ia ketahui akan ada atau tidak. Semua berubah dalam sekejap! Lima tahun itu adalah masa yang lama bagi Ammar. Tapi masa yang teramat singkat untuk kekuasaan Allah. Nothing Imposible for Allah, Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah.. Bumi inipun Milik Allah,
Alam semesta, Hari ini dan Hari Akhir serta Akhirat berada dalam Kekuasaan Nya.
Inilah buah dari kesabaran dan keikhlasan. Ini adalah cerita nyata yang tokohnya belum beranjak dari kota ini, saat ini Ammar hidup cukup dengan sebuah rumah di dalam Palace milik Prince. Ia dianugerahi oleh Allah di Dunia ini hidup yang baik, ia menjabat sebagai Muadzin di Masjid Prince Saudi Arabia di pusat kota Riyadh.
Subhanallah... Seperti itulah buah dari kesabaran. "Jika sabar itu mudah, tentu semua orang bisa melakukannya. Jika kamu mulai berkata sabar itu ada batasnya, itu cukup berarti pribadimu belum mampu menetapi kesabaran karena sabar itu tak ada batasnya. Batas kesabaran itu terletak didekat pintu Syurga dalam naungan keridhaan Nya".
"Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar". (Al Fushilat 35)
Allahu Akbar!
Maha Benar Allah dengan segala Firman Nya
oleh Roniyus Marjunus pada 11 Agustus 2011 jam 15:48
Hasil dari Sabar dan Istiqomah
Minggu, Agustus 14, 2011 by Mas Javas · 5


