Minggu, Juni 10, 2012

Penghuni Perumahan Yang Hidup Dalam Kemiskinan

Adik kecil rumah kamu dimana? dan kenapa menangis? si adik kecil menjawab disana kak sambil menunjuk.terus mengapa kamu disini sendirian dan duduk di pinggir jalan? dengan polosnya si adik kecil menjawab aq nggk dibelikan baju baru sama emak teman² ku semua punya baju baru sedangkan aq nggk punya.emak nggk mau belikan bilangnya emak nggk punya uang terus aq kabur dari rumah mau mencari bapak agar dibelikan baju baru sama bapak kalau ketemu."rumah bapaknya dimana adik kecil??jawabku.nggk tau kak bapak udah lama nggk pulang² dan nggk pernah beri aq uang untuk jajan.oo gitu,,ayo dik tak antar kamu pulang nanti emak kamu pasti mau belikan kamu baju baru.dengan senyum merekah si adik kecil mau beranjak dari duduknya dan bergegas jalan menuju rumahnya.dengan pikiran tanda tanya (apakah dia anak orang yang tak mampu?) aq mengikuti langkah si adik kecil tadi setelah agak jauh kami berjalan sampailah kami di rumah si adik kecil.rumahnya sederhana dan bisa di bilang kecil namun bersih dan terletak diantara perumahan sederhana.hmmm gumanku sambil terus melangkah kedepan pintu.mak" mak" emmak teriak si adik kecil.dan dari dalam rumah muncul perempuan agak muda bersama seorang kakek dan si ibu tadi langsung memeluk adik kecil.mak bilangnya om ini emak mau belikan aq baju baru ya.perempuan tadi hanya menganggukan kepala dengan senyum yg dipaksakan dan bertanya kepadaku mas ini siapa dan ketemu anak saya dimana?.maaf bu saya tadi habis pulang kerja dan dijalan saya bertemu dengan anak ibu yg sedang menangis di pinggir jalan dan bilangnya mau mencari ayahnya jawabku."si ibu tadi tak kuasa menahan tangis dan meneteskan air mata lalu dengan senyum yg berat sambil menahan sesak didalam hatinya dia mempersilahkan saya untuk bertamu."silahkan masuk mas dan silahkan duduk saya buatkan teh sebentar ya lalu berkata ke orang di sebelahnya''kakek temani sebentar ya tamu kita ucap ibu tadi sambil menggendong si kecil beranjak menuju kebelakang.dengan hati yg bertanya tanya dan keingin tahuan aq paksakan untuk masuk dan duduk.tak begitu lama ibu tadi muncul sambil membawakan teh hangat dan mempersilahkan saya untuk mencicipi suguhan teh hangat.silahkan diminum,maaf kalau nggk manis ya.terima kasih harusnya nggk usah repot repot bu/kakek saya hanya mengantarkan anak ibu saja kok dan mau pulang.terima kasih ya dik udah menolong cucu saya jawab sang kakek.sama² kek saya tadi kebetulan lewat saja.dengan memandang sekeliling didalam rumah aq merasa terharu dan penasaran tempat duduknya hanya terbuat dari bambu dan dindingnya catnya sudah mulai kusam dan tidak ada parabotan sama sekali.lama kami saling diam sayapun tidak berani bertanya tentang mereka namun selang beberapa menit sang kakek tua tadi memulai pembicara,an sebenarnya menantu saya sudah meninggal dunia 2tahun yang lalu,,'cucu saya masih bayi jadi tidak tau kalau ayahnya sudah meninggal dan sepeninggal menantu saya kehidupan kami tidak terpenuhi saya sudah tua tidak sanggup untuk berjalan jauh ataupun bekerja dan barang² di rumah ini sudah kami jual untuk keperluan sehari hari juga anak saya hanya 1 dan dia bekerja di warung agak jauh dari sini untuk keperluan sehari hari sambil menoleh ke ibu tadi ,rumah ini satu satunya peninggalan menantu saya yang masih kami pertahankan,mengingat dia waktu sakit berpesan bu" bapak" saya sudah tidak tahan lagi jikalau saya meninggal tolong usahakan rumah ini jangan kalian jual karena untuk tempat berteduh kalian dan juga anak saya walau bagaimanapun sulitnya,mengenai cucu saya tadi minta maaf ya dik sudah menggangu,kami sudah berusaha semampu kami untuk membelikan baju baru untuk dia tapi keadaan tidak memungkinkan sedangkan untuk makan kami sehari hari kami susah untuk mencari hingga dia (si adik kecil) marah dan keluar rumah,kami sudah mencari kemana mana tidak ketemu dan was was kemana cucu saya perginya bersukur adik bertemu dengan cucu saya.lalu aq pun memberanikan diri untuk bertanya" kakek ibu apakah kalian punya saudara? atau saudaranya menantu kakek kalau ada saya mau kok memberi tau mereka agar mereka mau bersilatu rohmi ke rumah kakek biar persaudaraan kalian tidak putus.sang kakek menjawab jauh saudara dan keluarga menantu saya dik di luar pulau,pernah kami mengirim surat memberitaukan meninggalnya menantu saya,mereka membalas turut beduka atas meninggalnya menantu saya,saudara dan keluarga menantu saya sama² orang tidak mampu jadi untuk melayat kesini tidak mungkin karena ongkos kesini mahal harus pulang pergi menyebrang lautan jadi saya memaklumi.aq hanya diam mendengarkan kakek tua tadi bercerita dan berpikir lingkungan sini lingkungan perumahan,,'apa tetangga tetangga disekitar tidak ada yg peduli padahal banyak yg mempunyai mobil dan terlihat orang² di sekitar rumah ini banyak yg memakai perhiasan dan tampak bersih dan terjamin,akupun punya inisiatif untuk bertamu ke perangkat perumahan atau yg biasa di sebut pak RT mengingat aku juga hidup dalam pas pasan jadi tidak bisa membantu mereka.lalu dengan sedikit berat hati aq mohon pamit sambil membawa berat kesusahan yg dialami kakek dan ibu tadi.setelah berpamitan dan beberapa langkah berjalan aq sempatkan bertanya pada warga sekitar di mana rumah ketua RT wilayah perumahan ini,salah seorang menjawab sambil menunjuk rumah yg terlihat terawat dan rapi,tanpa menunggu lama akupun menuju rumah tersebut dan memberi salam,tak lama seorang lelaki keluar membukakan pintu sambil mempersilahkan untuk duduk dan tanpa basa basi bertanya perihal keperluan saya.ada keperluan apa saudara ke rumah saya dan tempat tinggalnya dimana.lalu aq perkenalkan diri dan memulai bercerita tentang salah satu warganya yg hidup dalam kekurangan,dengan wajah serius pak RT mendengarkan sambil sesekali menganggukan kepala,dan saya mohon bapak mencari solusinya supaya warga bapak tadi mendapatkan bantuan dari warga sekitar mengingat warga sekitar perumahan sini kehidupan mereka rata rata mempunyai mobil, apa bapak dan warga sekitar tidak tau atau tidak mau tau akan kehidupan mereka selama 2 tahun ini????padahal mereka adalah tetangga anda dan rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah bapak ini tolong sudilah bapak membantu mereka.setelah lama berbincang aq berpamitan pulang dengan hati sedikit lega karena beban yg dialami kakek dan ibu tadi sedikit berkurang.": NB:Tidak semua komplek perumahan adalah orang kaya dan tidak semua penghuni perumahan kehidupanya tidak pernah lapar dan kekurangan pasti di dalam perumahan ada salah satu keluarga yg membutuhkan pertolongan anda.Bertetanggalah dan bersilatu rohmi di hari yg fitri ini supaya anda tau apa ada orang yg memerlukan pertolongan anda sekalian. =SEKIAN= By:Agus

0 Responses to “ Penghuni Perumahan Yang Hidup Dalam Kemiskinan ”

Posting Komentar

Jangan Lupa Komentarnya, mohon jangan spam karena akan saya hapus! Dan tunggu komentar balik dari saya