Rabu, September 07, 2011

Warisan Tanah

Ada empat anak yang baru saja mengalami duka setelah kematian kedua orang tuanya. Sebuah surat wasiat pun mereka terima dari orang yang mereka cintai itu. Setelah urusan jenazah kedua orang tuanya selesai, empat anak itu pun membuka surat berharga itu.

Ternyata, surat itu menyebutkan bahwa keempat anak itu diberikan pilihan untuk memiliki empat bidang tanah yang berlainan tempat. Ada bidang tanah yang begitu hijau dengan begitu banyak pepohonan kayu yang bisa dijual. Ada bidang tanah yang berada di tepian sungai jernih, sangat cocok untuk ternak berbagai jenis ikan. Ada juga bidang tanah yang sudah menghampar sawah padi dan ladang. Ada satu bidang tanah lagi yang sangat tidak menarik: tanah tandus dengan tumpukan pasir-pasir kering di atasnya.

Menariknya, surat itu diakhiri dengan sebuah kalimat: beruntunglah yang memilih tanah tandus.
Anak pertama memilih tanah pepohonan hijau. Anak kedua pun langsung memilih tanah dengan aliran sungai jernih. Begitu pun dengan yang ketiga, ia merasa berhak untuk memilih tanah yang ketiga dengan hamparan sawah dan ladangnya. Dan tinggallah anak yang keempat dengan tanah tandusnya.

“Apa engkau kecewa, adikku, dengan tanah tandus yang menjadi hakmu?” ucap para kakak kepada si bungsu.
Di luar dugaan, si bungsu hanya senyum. Ia pun berujar, “Aku yakin, pesan ayah dan ibu tentang tanah tandus itu benar adanya. Yah, justru, aku sangat senang!”
Mulailah masing-masing anak menekuni warisan peninggalan kedua orang tuanya dengan begitu bersemangat. Termasuk si bungsu yang masih bingung mengolah tanah tandus pilihannya.

Hari berganti hari, waktu terus berputar, dan hinggalah hitungan tahun. Tiga anak penerima warisan begitu bahagia dengan tanah subur yang mereka dapatkan. Tinggallah si bungsu yang masih sibuk mencari-cari, menggali dan terus menggali, kelebihan dari tanah tandus yang ia dapatkan. Tapi, ia belum juga berhasil.
Hampir saja ia putus asa. Ia masih bingung dengan manfaat tanah tandus yang begitu luas itu. Sementara, kakak-kakak mereka sudah bernikmat-nikmat dengan tanah-tanah tersebut. “Aku yakin, ayah dan ibu menulis pesan yang benar. Tapi di mana keberuntungannya?” bisik hati si bungsu dalam kerja kerasnya.
Suatu kali, ketika ia terlelah dalam penggalian panjang tanah tandus itu, hujan pun mengguyur. Karena tak ada pohon untuk berteduh, si bungsu hanya berlindung di balik gundukan tanah galian yang banyak mengandung bebatuan kecil. Tiba-tiba, matanya dikejutkan dengan kilauan batu-batu kecil di gundukan tanah yang tergerus guyuran air hujan.

“Ah, emas! Ya, ini emas!” teriak si bungsu setelah meneliti bebatuan kecil yang sebelumnya tertutup tanah keras itu. Dan entah berapa banyak emas lagi yang bersembunyi di balik tanah tandus yang terkesan tidak menarik itu.
**

Keterbatasan daya nilai manusia kadang membimbingnya pada kesimpulan yang salah. Sesuatu yang dianggap bernilai, ternyata hanya biasa saja. Dan sesuatu yang sangat tidak menarik untuk diperhatikan, apalagi dianggap bernilai, ternyata punya nilai yang tidak terkira.

Hiasan-hiasan duniawi pun kian mengokohkan keterbatasan daya nilai manusia itu. Tidak banyak yang mampu memahami bahwa ada satu hal di dunia ini yang jauh dan sangat jauh lebih bernilai dari dunia dan isinya. Itulah hidayah Allah yang tidak tertandingi dengan nilai benda apa pun di dunia ini.

Sayangnya, tidak semua orang seperti si bungsu, yang begitu yakin dengan kebenaran bimbingan kalimat dari si pewaris yang sebenarnya. Walaupun harus menggali, dan terus menggali dengan penuh kesabaran.

(muhammadnuh@eramuslim.com)

1 Responses to “ Warisan Tanah ”

John Gundull mengatakan...
31 Januari 2018 17.01

Tahun 2018 dan Solusi kebocoran rumah
Rumah di musim penghujan tahun 2018 pastikanaman tempat tinggal anda,rumah,toko,ruko,rukan,kantor andaterbebas dari kebocoran….
Tetapi apabila sudah terjadi kebocoran,kami dari Tim kebocoran rumah siap membantu anda mengatasi problem/masalah kebocoran yang terjadi di rumah anda,segera hubungi kami untuk konsultasi,survey lokasi serta perkiraan badget untuk biaya perbaikan kebocoran rumah.
Jenis kebocoran serta tips cara mengatasi kebocoran:
• bocor dari dinding luar rumah,cara perbaikan dengan ketrik retakan dinding kmd plester/aci,baru waterproofing dengan aquaproof/n0 droop
• bocor dari atap genteng,biasanya ada genteng pecah,posisi genteng miring/tidak rapi,tinggal ganti dan rapikan genteng
• bocor dari genteng,air balik/tampias,biasa kemiringan atap rumah kurang,untuk genteng amannya kemiringan 30 s/d 35 derajat,kalau tidak air hujan akan tampias/balik,solusinya bongkar atap ganti kontruksi kemiringan.
• bocor dari sela-sela perbatasan antar dinding tetangga,apabila dinding pagar kita denganpagar tetangga ada jarak/rongga itu penyebab kebocoran ketika musim hujan 2018 tiba,solusinya tinggal kita tutup rongga tersebut + water proofing
• bocor dak talang/atap dak beton,apabila terdapat retak pada dak,maka kemungkinan rembesan air akan jatuh sehingga plafon terlihat berjamur hitam bahkan bisa ambruk,maka perlu waterproofing aquaproof/sika top ataupun dengan membran bakar

Anda bisa menghubungi kami untuk jasa perbaikan kebocoran atap dan kebocoran rumah anda,kami siap membantu ,konsultasikan dengan kami kapan untuk survey lokasi,tahap tahap perbaiikan serta estrimasi badgetnya.

Sumber: http://solusirumahbocor.com/tahun-2018-dan-solusi-kebocoran-rumah/


Posting Komentar

Jangan Lupa Komentarnya, mohon jangan spam karena akan saya hapus! Dan tunggu komentar balik dari saya