Kamis, Juni 16, 2011

Mencintai Dalam Hening (Untukmu Gadis,....)




Duhai gadis,...
maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah?

Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu....

Maka dengarlah.....



Gadis, saat ku jatuh cinta.....
Tak akan ku berucap
Tak akan ku berkata.
Namun ku hanya akan diam.............

Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan
Tak akan ku menggoreskan
Yang ku lakukan hanyalah diam.........

Aku tahu,...
cinta adalah fitrah... sebuah anugrah tak terperih....

Karena cinta adalah kehidupan
Karena rasa itu adalah cahaya

Aku tahu,...
hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita


Namun...
Saat rasa itu menyapa, maka hadapi dgn anggun
Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dengan begitu banyak warna
Cinta terkadang mbuatmu bahagia, namun tak jarang mbuatmu menderita
Cinta ada kalanya manis bagaikan gula,
Namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir
Cinta adalah perangkap rasa
Sekali kau salah berlaku,
maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama dalam lingkaran derita


Maka gadis,
Agar kau dapat keluar dari belenggu itu
Dan mampu melaluinya dgn anggun
Maka mencintailah dalam hening


Dalam diam....

Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari
Namun juga, jangan kau sikapi dgn berlebihan
Jangan kau umbar rasamu
Jangan kau tumpahkan segala sukamu

Cobalah merenung sejenak dan fikirkan dgn tenang

Kita percaya takdir bukan?

Kita tahu dengan sangat jelas.....
Dia, Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya?

Jadi, apa yang kau risaukan?
Biarkan Allah yg mengaturnya,
Dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja


Cobalah renungkan...
Dia yang kau cinta,
belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu
Dia yang kau puja,
yang kau ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam,
Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?

Gadis,...
kita tak tahu dan tak akan pernah tahu
Hingga saatnya tiba..

Maka, ku ingatkan padamu,
tidakkah kau malu jika semua rasa telah kau umbar
Namun ternyata kelak bukan kau yg dia pilih untuk mendampingi hidupnya?

Gadis, Karena cinta kita begitu agung untuk di umbar
Begitu mulia untuk di tampakkan
Begitu sakral untuk di tumpahkan

Dan sadarilah gadis, fitrah wanita adalah pemalu,
Dan kau indah karena sifat malumu


Lalu, masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikan?
Masihkah kau tampak bestari jika malu itu telah kau singkap

Duhai gadis, jadikan malu sebagai selendangmu
Maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan
Dalam jeruji kesetiaan

Yah....
Kesetiaan padanya yg telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Lauhul Mahfuzh
Jauh sebelum bumi dan langit dicipta

Maka cintailah dlm hening
Agar jika memang bukan dia yg ditakdirkan untukmu,
Maka cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu
Agar kesucianmu tetap terjaga
Agar keanggunanmu tetap terbias

Maka, ku beritahukan padamu....
Pegang kendali hatimu.!
Jangan kau lepaskan!!!
Acuhkan semua godaan yg menghampirimu
Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan
Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan


Gadis...
yg kau butuhkan hanya waktu, sabar dan percaya
Maka, peganglah kendali hatimu,
Lalu.....
Arahkan pada Nya
Dan cintailah dalam diam
Dalam hening.....
Itu jauh lebih indah......

Jauh lebih suci............




So Gadis...
Keep in JOSH (JOmblo Sampai Halal) !!!
Sampai waktu mempertemukanmu dengan pasangan Halal mu
dan ijab Qabul yang meng Halal kanmu


Doaku untukmu....

Jaga dirimu baik baik.....

Kamis, Juni 16, 2011 by Mas Javas · 0

Persepsi dan Harapan


 "Ya Rabb,..
Jika sahabatku ini adalah jodoh hamba segerakan pernikahan hamba dengannya dan permudah urusan pernikahan itu, tetapi jika bukan jodoh hamba ya Allah, bawalah hamba pergi jauh darinya dan mohon kuatkan hamba untuk melepas serta menempatkan rasa ini pada semestinya, karena hamba sadar jika rasa sayang ini adalah Anugerah MU, maka hamba mohon dengan sangat padaMU untuk menjagaku sampai aku bertemu dan meng Halal kan hubungan ku pada sosok Halal ku. "

"Ya Rabb,...
Aku tidak akan menyalahkan siapa-siapa, yang salah hanyalah persepsi dan harapan yang terlalu berlebihandari kedekatan itu, dan proses interaksi yang terlalu dekat sehingga timbul gejolak dihati....."

"Biarlah hal itu menjadi proses pembelajaran dan pendewasaan bagiku untuk lebih hati-hati dalam menata hati"

by Mas Javas · 0

Bosan Hidup, Saya ingin Mati .. !!



Bosan Hidup, Saya ingin Mati .. !!!!

Seorang pria mendatangi Sang Master,
“Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.”

Sang Master tersenyum, “Oh, kamu sakit.”

“Tidak Master, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Master meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit.

Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.

Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian sang Master.

“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran sang guru.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”

“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”

“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Master yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati. Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Master edan itu.

Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Begitu rileks, begitu santai!

Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati.
Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget!

Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya,
“Sayang, aku mencintaimu.“ Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Sang istripun merasa aneh sekali Selama ini, mungkin aku salah.
“Maafkan aku, sayang.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang.
Stafnya pun bingung, “Hari ini, Boss kita kok aneh ya?”
Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!


Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda.

Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan.

Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya,
“Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan,
“Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, Ayah selalu stres karena perilaku kami.”

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.

Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?


Ia mendatangi sang Guru lagi.
Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi,
“Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.”

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian.
Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!!!

Hidup… bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul, tapi merupakan suatu anugrah untuk dinikmati ...

Reposting Berbagai Sumber

by Mas Javas · 0

Senyum Dikit

DISINI PANAS BENAR
Seorang pria sedang berlibur ke Bali. Istrinya sedang dalam perjalanan bisnis ke Jakarta dan berencana untuk bergabung pada keesokan harinya. Ketika sampai di hotel, pria itu memutuskan untuk mengirimkan e-mail ke istrinya. Karena tidak berhasil menemukan kertas memo dimana dia mencatat alamat e-mail istrinya tersebut, maka dia mencoba untuk sebisa -bisanya mengirimkan e-mail keistrinya. Sialnya, dia melupakan satu hurup dan e-mail tersebut melesat langsung menuju ke seorang wanita yang suaminya baru saja meninggal satu hari sebelumnya. Saat wanita yang sedang berduka itu mengecek isi e-mail tersebut, ia berteriak dengan hebat lalu jatuh kelantai dan meninggal seketika. Keluarganya segera berlari ke dalam ruangannya dan melihat isi surat di layar komputer : Istriku tercinta, Aku baru saja sampai. Segala sesuatu telah disiapkan untuk kedatanganmu besok. PS. Panas benar disini
***


WEDDING AND FUNERAL
Saya selalu merasa tidak nyaman kalau harus datang ke pernikahan keluarga.
Pengen tahu sebabnya?
Biasanya, tante-tante saya, oma, dan para kerabat lainnya akan datang menghampiri saya sambil menepuk-nepuk pundak, “Kamu berikutnya ‘kan?” kata mereka. Sebel banget, tidak berperikejombloan sama sekali!
Kebiasaan ini berhenti setelah saya melakukan hal yang sama pada mereka di setiap acara pemakaman keluarga.
***
GANTI PAKAIAN
Dalam Kompi C sebuah pasukan sudah berbulan-bulan bertugas di pedalaman Irian Jaya, sampai suatu ketika mereka dikumpulkan oleh sang komandan.
“Saya ada dua berita untuk kalian, berita bagus dan berita buruk. Berita bagusnya, hari ini pakaian dalam kita akan diganti…”
“Horeeee! Siap,komandan!” seru seluruh anggota pasukan dengan sukacita.
“Nah, sekarang berita buruknya. Bambang, ganti pakaian dalammu dengan punya Joko. Iwan, kamu ganti dengan punya Budi…”
***
WAWANCARA
Suatu hari ada seorang pemuda melamar ke suatu perusahaan.
HRD Manager : “Apabila Saudara diterima di perusahaan ini, berapa gaji yang Saudara harapkan?”
Pelamar : “Saya ingin gaji dalam US dollar saja, Pak. Tidak usah terlalu tinggi, cukup 10.000 USD saja.”
HRD Manager : “Boleh juga, sesuai dengan jabatan yang Saudara lamar.
Ehm… bagaimana kalau perusahaan menawarkan lebih banyak.
Kami sediakan mobil Mercedes lengkap dengan supirnya, rumah di Pondok Indah dengan kolam renang, liburan setiap akhir minggu ke Bali, cuti 12 hari setiap akhir tahun ditambah bonus 12 kali gaji?”
Pelamar : (tidak percaya) “Ah, jangan bercanda, Pak!”

by Mas Javas · 0

Benarkah Mata Itu Jujur? Cek Dulu

1. Gambar kapal laut atau pilar?....




2. Penonton atau gedung?...




3. Ada berapa kuda yang bisa kau temukan?.....Kalau matamu tajam harus nya 7 kuda


4. Berapa gambar orang yang ada pada gambar ini?




5. Mungkinkah ada cincin yang begini?




6. Karpet hidup?...




7. Air terjun atau manusia terjun?....terserah anda menilai he3x




8. Coba temukan 5 rusa yang sedang ngumpet di hutan...



9. Berapa pilar yang ada, tiga atau dua????????? Perhatikan pilar tengah. Dimanakah ujungnya?







10. Bisakah anda menemukan empat orang dalam gambar?





11. Siapakah yang tertinggi? Percaya atau tidak, ketiganya sama tinggi!




12. Apa yang anda lihat? Bisakah anda melihat kata “LIFT”? Atau hanya sebuah gambar kotak-kotak hitam tanpa makna?

13. Sebuah wajah? … atau sebuah kata ‘liar’?


14. Temukanlah wajah-wajah dalam gambar ini:
Ada sebelas wajah dalam gambar. Bisakah anda menemukan semuanya?
Orang normal akan menemukan empat atau lima.
Jika anda menemukan 8, anda memiliki tingkat ketelitian lebih dari orang normal.
Jika anda menemukan 9, anda memiliki tingkat ketelitian diatas rata-rata.
Jika anda menemukan 10, anda sangat teliti.
Jika anda menemukan 11, anda luar biasa teliti!




15. Fokuskan pandangan mata anda pada titik di tengah lingkaran, lalu gerakkan kepala anda maju mundur. Aneh, bukan?


16. Coba perhatikan gambar di bawah ini. Apakah panjang ketiga garis itu berbeda? Semua itu ternyata hanya ilusi mata.


17. Gambarnya berdenyut-denyut.....awas sakit kepala he3x




18. Berapa titik hitamnya?




19. Ada tangga melayang? 


20. Spiral? Anda pasti mengira gambar ini adalah gambar spiral, ups.. tunggu dulu coba jari anda menelusuri salah satu garis melingkar, nah apakah anda masih bersikeras mengatakan gambar ini adalah gambar spiral?




21. Apa yang anda lihat ? Apakah gambar kelihatan berputar?? Mata anda benar-benar tidak jujur, karena gambar ini sebenarnya diam. Kalau tidak percaya perhatikan dengan fokus salah satu lingkaran saja, apakah berputar?


22. Garis-garis horizontalnya mencong-mencong……………. Coba teliti lagi..! Kalau masih bersikeras, cek ke dokter mata ya....




23. Bergerakkah gambar ini?






24. Coba lihat dari dekat gambar ini, dan ingat gambar tersebut, lalu coba berdiri dari komputer dan mundur 3-4 langkah, lihat kembali gambar tersebut..  aneh ya?!






by Mas Javas · 0

Kontrak Cinta

Banyak orang yang menganggap nafkah hanyalah materi. Ada juga yang beranggapan nafkah itu terbagi dua, yaitu nafkah lahir (materi) dan nafkah batin (Seks-biasanya). Padahal nafkah itu jauh mencakup banyak hal.
Sebuah cerita sederhana tentang sepasang suami istri dan seorang anaknya yang masih kecil, dimana sang suami bekerja di sebuah perusahaan dan mempunyai penghasilan yang tidak mencukupi. Tapi kerukunan dan kebahagiaan melingkupi keluarga itu. Setiap hari di waktu kerja, ketika jam menunjukkan waktu pulang, tanpa banyak cakap sang suami segera bergegas pulang. “Selama tidak ada pekerjaan yang urgent buat besok pagi atau tidak bisa dikerjakan di rumah” begitu piker sang suami. Karena hal ini terjadi setiap hari, maka teman-teman kantornya sampai hafal kebiasaan sang suami ini.

Sering kali mereka mencandai hal ini. Tapi hal itu hanya ditanggapi dengan senyum. Sampai suatu kali akhirnya sang suami menjelaskan kenapa ia melakukan kebiasaan itu kepada temannya. “Saya hanya menjalankan nasihat ustad saya. Kata beliau kita mempunyai kewajiban untuk memenuhi hak-hak yang telah kita ikat dengan perjanjian. Contohnya perusahaan tempat kita bekerja, mempunyai hak atas kita selama 8 jam dari jam masuk sampai jam pulang. Maka kita harus memenuhi hak-hak itu. Lalu istri dan keluarga mempunyai hak atas kita juga, karena kita telah mengikat perjanjian dalam sebuah “kontrak cinta.”
Waktu yang diberikan kepada keluarga harus waktu tebaik seperti waktu yang kita berikan kepada perusahaan, bukan waktu sisa. Maka ketika waktu pulang datang, habislah hak perusahaan atas saya dan dimulailah hak keluarga atas saya.”
“Ah, jika materi tidak cukup saya berikan kepada keluarga, maka waktu tidak boleh kurang saya berikan kepada mereka”, begitu batin sang suami.
Sebuah pelajaran besar dari orang-orang kecil dan sederhana. Pernah suatu saat sang suami ditawarin pekerjaan sampingan yang dilakukan pada malam hari dan hari sabtu yang akan menyebabkan waktu untuk keluarganya berkurang. Maka ia putuskan mengajak istrinya untuk berunding. “Bunda, aku ditawarkan pekerjaan yang dapat menambah penghasilanku untuk keluarga namun di lakukan di malam hari dan di hari Sabtu, tapi tentu kamu tahu konsekuensinya maka aku tawarkan kepadamu, apakah kamu ingin aku memberimu materi atau memberimu waktu?”. Dengan tatapan lembut sang istri berkata “Cukuplah waktu dan perhatianmu yang aku butuhkan dari dirimu”. Maka dengan senyuman mantap, sang suami menolak tawaran pekerjaan itu.
Sesungguhnya keadaan keluarga ini sangat kekurangan namun rasa Qana’ah atas yang mereka miliki, menumbuhkan rasa syukur terhadap Allah Subhana wa Ta’ala dan Allah Subhana wa Ta’ala membalasnya dengan memberi mereka kebahagiaan lahir dan bathin. Apalagi yang dicari di dunia ini selain kebahagiaan lahir dan bathin?
Di balik kesabaran sang istri, tumbuh pula rasa syukur karena sang suami masih punya waktu ketika ia membutuhkannya dan sang suami membantunya tanpa ia meminta. Dan di balik rasa syukur sang suami karena memiliki istri yang sangat pengertian maka ia memiliki rasa sabar dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan selalu berdoa kepada Allah Yang Maha Kaya lagi Maha Pengasih.
Sang suami teringat janji sebelum mereka menikah “Aku tidak bisa berjanji untuk bisa mencukupi kebutuhanmu dan aku tidak bias berjanji memberi yang kamu inginkan, namun aku berjanji aku tidak akan pernah berhenti berusaha untuk itu.”
Maka itulah yang membuat sang istri bertahan diterpa badai yang berusaha merobohkan mereka. “Toh nafkah tak hanya materi..” begitu batin sang istri.
Kita mengetahui, berapa banyak manusia yang begitu gencarnya mencari nafkah materi untuk keluarganya, mereka memiliki rumah yang mewah, mobil yang juga mewah serta banyak hal mewah lainnya, namun, tidak juga mereka merasakan bahagia lahir dan bathin. Salah seorang sahabat pernah mengirimkan sms kepada saya :
“Dalam hidup banyak pilihan, ada yang mengeluh dan merasa jenuh, ingin jatuh dan berkata ‘LELAH’, Ada juga yang lelah tubuh dan pikiranpun penat, tapi tetap semangat, Ada yang ingin INI, ingin ITU dengan berkata ’seandainya…’ dan Ada juga yang QONAAH dengan berkata ‘Cukup Allah saja bagiku..’ Lalu…apa pilihan Anda?”
***
Disalin dari majalah Shaff edisi April 2009, judul Asli : Nafkah Bukan Hanya Materi, diedit dan ditambahkan seperlunya oleh : Salman Al Muhandis

by Mas Javas · 0

PENYEBAB TELAT NIKAH

 
 
 
SELERA TINGGI

Selera tinggi yang dimaksud bukan dalam makanan, tapi dalam memilih jodoh. Pinginnya yang sempurna segalanya. Tak ada kekurangan sedikitpun. Agamanya bagus [tentu..!!], cakep, kaya raya, keturunan baik-baik,tinggi badan 170 cm, rambut berombak, cerdas, pinter masak dan jahit, sabar penyayang, keibuan, hafal Al-Qur’an, pinter ceramah..[aduh. .banyak sekali !!].Yang demikian tentu susah dapetnya. Nggak tahu harus nyari dimana, di super market jelas ndak ada. Akibatnya, setiap kali ada muslimah yang ditawarkan,selalu saja kandas. Belum kelasnya, katanya! Sebaliknya, yang wanita juga punya kriteria khusus, Saya pingin nikah dengan yang sudah profesor dan cakep banget. Atau Paling tidak pegawai negeri atau yang sudah punya mobil lah… Karena kriteria yang cukup sulit ini, maka banyak para pemuda dan pemudi yang harus telat nikah.






STUDY ORIENTED



Banyak juga yang telat nikah karena study oriented.Belajar dan belajar adalah prioritas utama. Siang, malam, pagi, petang terus belajar. Iapun selalu pingin pindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu daerah kedaerah yang lain. SD di Jogja, SMP di Medan, SMU di Jakarta, S1 di Surabaya, S2 di Jepang, S3 di Amerika, terus pulang ke Indonesia tinggal di Paris van Java. Sampai-sampai lupa kalo’butuh pendamping hidup. Tahu-tahu usia udah kepala lima. Kasus telat nikah krn alasan studi ini juga sering terjadi.



PUNYA APA-APA DULU


Saya belum punya apa-apa untuk berumah tangga, begitu alasan yang diutarakan sebagain oranmg untuk melegitimasi pengunduran pernikahan. Punya apa-apa,yang dimaksud sering bermakna belum punya rumah sendiri, mobil sendiri, HP, kulkas, komputer, mesin cuci atau bus…[untuk apa yaa?]. Prinsip belum punya apa-apa ini sering dilontarkan. Padahal orang yang nikah ndak mesti harus punya hal-hal diatas terlebih dahulu. Rumah, ngontrak dulu juga ndak apa-apa. Nggak ada mobil juga ndak masalah, bisa naik angkutan, motor atau sepeda [romantis khan ??]. HP,kulkas dan komputer nggak jadi syarat dalam pernikahan. Apalagi bus….


ORANG TUA PINGIN…..


Pesan khusus dari orang tua kadang jadi penghalang untuk melangsungkan pernikahan. Sebenarnya sich udah pingin juga, tapi orang tua saya…, demikian keluhan mereka. Orang tua terkadang ngelarang si anak yang udah ngebet nikah. Alasannya macam-macam, seperti bantu prang tua dulu lah, jangan terlalu muda,rampungkan studimu, lanjutkan dulu karirmu….. Permintaan orang tua yang seperti ini sering membuat para pemuda dan pemudi mikir-mikir lebih panjang tentang pernikahannya. Sebenarnya nggak ada pertentangan antara nikah dengan berbakti sama ortu. Secara umum, orang tua berkeinginan anaknya hidup bahagia. Oleh karena itu, kalo’ si anak mampu meyakinkan ortu ttg kehidupan rumah tangganya, insyaAllah oke-oke saja kok kalo’ mau nikah cepat.


NIKAH ITU SUSAH



Ini alasan klasik yang diungkapkan orang. Nikah itu susah, nggak usah terburu-buru. Belum lagi kalo’ udah punya anak, tambah susah lagi dong… Akhirnya pengunduran jadwal nikahpun jadi pilihan. Ada juga yang nggak pingin susah [karena nikah] kemudian cari jalan pintas. Maunya enak melulu, tanpa mau tanggung jawab. Macem-macem solusinya, bisa pacaran atau dolan kesini, dolan kesitu, keluar kesana, keluar kesini…..



PERNAH GAGAL
Sebagian ikhwan maupun akhwat merasa trauma dengan peristiwa kegagalan yang menimpa. Pernah dilamar ataupun melamar tapi batal ataupun ditolak. Kadang tak cuma sekali tapi berkali-kali. Akibatnya ia jadi putus asa dan takut mengalami hal yang serupa. Malu banget, demikian katanya. Apalagi bila kegagalannya sempat terdengar oleh teman-teman yang lain.


PERSAINGAN KETAT


Bukan berita baru bila jumlah muslimah hari ini membludak. bahkan perbandingan antara laki-laki dan perempuan bisa lebih dari satu banding dua. Akibatnya banyak muslimah yang tersingkir dan tak dapat jatah pilih kaum pria. Ini bukan menakut-nakuti, tapi sungguhan. Namun percaya dech, Allah itu Maha Adil terhadap hamba-NYA.



Itulah tadi beberapa penghalang seseorang untuk melangsungkan pernikahan. Setahun, dua tahun, tiga tahun, empat, lima….. akhirnya usiapun beranjak tua.

by Mas Javas · 0