Rabu, September 30, 2009

HIKMAH BERSHADAQOH

HIKMAH BERSHADAQAH

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ(15)ءَاخِذِينَ مَا ءَاتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ(16)كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ(17)وَبِالأَسْح

َارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ(18)وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ(الذاريات 51: 15- 19)

S ifat-sifat Muttaqin yang menempati sorga yang mengalir sungai di dalamnya.
1. Senentiasa berbuat baik semasa hidup dunianya.

ءَاخِذِينَ مَا ءَاتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ

Orang-orang yang menerima pemberian Tuhannya dan sesungguhnya mereka itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik
2. Di malam hari sedikit tidur dan memohon ampun pada sepertiga malam terakhir.

كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ(17)وَبِالأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ(18)

Mereka sedikit tidur di waktu malam; Dan di akhir malam mereka memohon ampun dari dosanya.
3. Menginfaqkan sebahagian dari hartanya di jalan Allah.

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ(19)

Dan dalam harta mereka ada hak orang minta-minta dan orang-orang miskin dan susah.

H ikmah berinfaq dan bershadaqah:
a) Allah swt menerima zakat hamba-Nya.

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang? (QS At-Taubah 9:104)

هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ الصَّدَقَةَ وَيَأْخُذُهَا بِيَمِينِهِ

b) Membersihkan diri dan harta.

c) Allah swt. memberikan jalan untuk mudah memperoleh rezeki

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَا رَجُلٌ بِفَلاةٍ مِنْ الأَرْضِ فَسَمِعَ صَوْتًا فِي سَحَابَةٍ اسْقِ حَدِيقَةَ فُلانٍ فَتَنَحَّى ذَلِكَ السَّحَابُ فَأَفْرَغَ مَاءَهُ فِي حَرَّةٍ فَإِذَا شَرْجَةٌ مِنْ تِلْكَ الشِّرَاجِ قَدْ اسْتَوْعَبَتْ ذَلِكَ الْمَاءَ كُلَّهُ فَتَتَبَّعَ الْمَاءَ فَإِذَا رَجُلٌ قَائِمٌ فِي حَدِيقَتِهِ يُحَوِّلُ الْمَاءَ بِمِسْحَاتِهِ فَقَالَ لَهُ يَا عَبْدَ اللَّهِ مَا اسْمُكَ قَالَ فُلانٌ لِلاسْمِ الَّذِي سَمِعَ فِي السَّحَابَةِ فَقَالَ لَهُ يَا عَبْدَ اللَّهِ لِمَ تَسْأَلُنِي عَنْ اسْمِي فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ صَوْتًا فِي السَّحَابِ الَّذِي هَذَا مَاؤُهُ يَقُولُ اسْقِ حَدِيقَةَ فُلانٍ لاسْمِكَ فَمَا تَصْنَعُ فِيهَا قَالَ أَمَّا إِذْ قُلْتَ هَذَا فَإِنِّي أَنْظُرُ إِلَى مَا يَخْرُجُ مِنْهَا فَأَتَصَدَّقُ بِثُلُثِهِ وَآكُلُ أَنَا وَعِيَالِي ثُلُثًا وَأَرُدُّ فِيهَا ثُلُثَهُِ

Dari Abu Harirah ra. Dan dari Nabi saw. dia berabda: ketika seseorang sedang berada di tengah-tengah gurun pasir, ia mendengar suara dari tumpukan awan: siramlah kebun si fulan !, maka kumpulan awan itu berjalan, maka air hujan pun turun di tanah yang tandus itu, Maka air itu mengalir, mengikuti dan memenuhi saluran pematang kebun. Di sana ada seseorang (pemilik kebun) yang sedang bekerja meratakan air dengan alat tanunya.Maka dia (orang yang mendengar dan mengikuti awan) berkata kepada pemilik kebun: Ya Abdullah ! siapa namamu ? , ia pun menjawab si Fulan dengan nama yang ia dengar dari atas awan tersebut, kemudian ia balik bertanya: kenapa engkau menanyakan namaku ? ia menjawab: sesungguhnya aku mendengar suara dari yang membawa hujan ini dengan suara “ siramlah kebun si Fulan dengan menyebut namamu, maka apa yang engkau perbuat atas kebunmu ini ? ia pun menjawab: bila itu yang kamu inginkan, sesungguhnya aku berpandangan tentang apa yang aku keluarkan dari kebun ini; seperetiga aku shadaqahkan untuk (fakir, miskin dan ibnu sabil), sepertiga aku makan bersama anak keluargaku dan sepertiga lagi untuk pengolahan kebun ini. (HR Muslim no 5299 dan Ahmad no 7600)

0 Responses to “ HIKMAH BERSHADAQOH ”

Posting Komentar

Jangan Lupa Komentarnya, mohon jangan spam karena akan saya hapus! Dan tunggu komentar balik dari saya